ISLAM itu indah-----ISLAM itu sempurna dan ISLAM itu rahmatan lil 'alamin-----JANGAN Hanya menilai ISLAM dari pengikut / umatnya...!-----tapi Nilai lah ISLAM dari ajarannya...!-----Pelajarilah...!-----Jika Tidak Tahu Bertanyalah Pada Ahlinya-----maka anda akan mengetahui betapa menakjubkanya Islam bagi kehidupan manusia

(Ibnul Qoyyim rahimahullah[Ad-Daa' wa ad-Dawaa' 94])

“”

IMAM SYAFI'I MENUTURKAN :

Siapa yang tulus menjalin persaudaraan dengan sahabatnya maka ia akan menerima kesalahan-kesalahannya,, mengisi kekuranagnnya dan memaafkan ketregelincirannya".

RASULULLAH Shalallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia". (HR. Muslim)

RASULULLAH shlallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Seorang Muslim Adalah Bersaudara, Janganlah Mendzolimi, Merendahkan Dan Janganlah Mengejeknya. (HR. Muslim)

RASULULLAH shlallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memudahkannya baik di dunia maupun di akherat". (HR. Muslim)

Imam Syafi'i pernah berkata :

"Aku berangan-angan agar orang-orang mempelajari ilmuku ini dan mereka tidak menisbahkan sedikitpun ilmuku kepadaku selamanya, lalu akupun diberi ganjaran karenanya dan mereka tidak memujiku" (Al-Bidaayah wa An-Nihaayah 10/276)

Ibnul Qayyim (Al Fawaid 1/147)

el kanzu

Sabtu, 07 Februari 2026

3 pertanyaan Kubur

Bukanlah tahlilan, slametan, atau amalan adat, tetapi shalat yang akan ditanya pertama kali di akhirat 
Dalam Islam, seseorang yang telah dikuburkan akan ditanya tentang tiga perkara pokok: Tuhan-nya, agamanya, dan Nabinya. Inilah yang dikenal dengan fitnah kubur.

Nabi ﷺ bersabda bahwa seorang hamba akan ditanya:
“Siapa Tuhan-mu?
Apa agamamu?
Siapa nabimu?”
(HR. Ahmad)

Adapun pertama kali yang dihisab di akhirat bukanlah tahlilan, slametan, atau amalan adat, tetapi shalat. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.” Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya
(HR. At-Tirmidzi)

Karena itu, keselamatan di kubur dan akhirat bergantung pada tauhid, iman, dan shalat, bukan pada ritual

Fakta Selamatan kematian

Ngaji, 7 hari, peringatan hari ke-40, 100, 1000

Sebuah Keluarga, empat anak, dua telah berkeluarga dengan hidup sederhana, dua lainnya mengalami gangguan jiwa dan tinggal serumah bersama orang tuanya. Untuk kebutuhan sehari² serba kekurangan.

Dulu ketika sang bapak wafat, para pentakziyah datang membawa bantuan dan uang. Namun bantuan itu tidak benar-benar menjadi penopang hidup ibu dan dua anaknya yang sakit jiwa. Bantuan tersebut habis untuk menjamu ngaji tujuh hari dan selamatan, makanan disajikan atau mungkin bingkisan dibawa pulang tamu, sementara keluarga yang ditinggalkan tetap hidup dalam kekurangan.

Baru-baru ini, salah satu anak dari keluarga tersebut wafat. 

Peristiwa yang sama pun kembali terulang. 

Setelah acara selesai, tak banyak yang bertanya: bagaimana nasib ibu dan anak yang masih hidup?
Apa yang mereka makan esok hari?

Tradisi dijaga, tapi penderitaan orang hidup diabaikan. Fakta di depan mata.

Ampuni kami ya Allah, berilah kecukupan untuk hamba²Mu

Februari 2026

Recent Post