ISLAM itu indah-----ISLAM itu sempurna dan ISLAM itu rahmatan lil 'alamin-----JANGAN Hanya menilai ISLAM dari pengikut / umatnya...!-----tapi Nilai lah ISLAM dari ajarannya...!-----Pelajarilah...!-----Jika Tidak Tahu Bertanyalah Pada Ahlinya-----maka anda akan mengetahui betapa menakjubkanya Islam bagi kehidupan manusia

(Ibnul Qoyyim rahimahullah[Ad-Daa' wa ad-Dawaa' 94])

“”

IMAM SYAFI'I MENUTURKAN :

Siapa yang tulus menjalin persaudaraan dengan sahabatnya maka ia akan menerima kesalahan-kesalahannya,, mengisi kekuranagnnya dan memaafkan ketregelincirannya".

RASULULLAH Shalallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia". (HR. Muslim)

RASULULLAH shlallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Seorang Muslim Adalah Bersaudara, Janganlah Mendzolimi, Merendahkan Dan Janganlah Mengejeknya. (HR. Muslim)

RASULULLAH shlallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memudahkannya baik di dunia maupun di akherat". (HR. Muslim)

Imam Syafi'i pernah berkata :

"Aku berangan-angan agar orang-orang mempelajari ilmuku ini dan mereka tidak menisbahkan sedikitpun ilmuku kepadaku selamanya, lalu akupun diberi ganjaran karenanya dan mereka tidak memujiku" (Al-Bidaayah wa An-Nihaayah 10/276)

Ibnul Qayyim (Al Fawaid 1/147)

el kanzu

Rabu, 17 Oktober 2018

KHUTBAH SHALAT GERHANA BULAN 1439 H

KHUTBAH SHALAT GERHANA BULAN 1439 H

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini; dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk jikalau Allah tidak memberi petunjuk kepada kami. Sesungguhnya, telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran. Diserukan kepada mereka, “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan amalan yang dahulu kamu kerjakan.”

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ محمدا عبده و رسوله
اللهم صل على محمد وعلى اله وأصحابه أجمعين
أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Diantara isi khutbah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam :

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka berdo’alah kepada Allah dan dirikan shalat hingga (matahari) kembali nampak.” (HR.Bukhari,1060 Muslim 901)

إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّ قوا”.

”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنَ اللَّهِ أَنْ يَزْنِىَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِىَ أَمَتُهُ ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

”Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina.

Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”
____________________
Pelajaran Dari Bulan
---------------------------------
❶ Bulan dan Matahari adalah makhluk ciptaan Allah, dan termasuk diantara tanda2 kekuasaanya...

Allah Menunjukkan kekuasaan-Nya kepada hamba-hamba-Nya agar mereka mau berfikir dan takut kepada-Nya

Dikarenakan keagungan Allah dan kemuliaan-Nya, maka seluruh makhluk pun bertasbih dan sujud kepada-Nya. Langit, bumi, gunung, pohon, matahari, bulan, hewan, burung dan segala sesuatu, semuanya bertasbih dan sujud mensucikan dan tunduk kepada Allah ta’ala. Di dalam al-Qur’an ditegaskan,

“تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ، إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا”.

Artinya: “Tujuh lapis langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Tidak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya. Namun kalian tidak memahami tasbih mereka. Sesungguh-Nya Dia Maha Penyantun lagi Pengampun”. QS. Al-Isra’ : 44.

Allah ta’ala menjelaskan,

“أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ”.

Artinya: “Tidakkah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pepohonan, hewan-hewan yang melata dan banyak di antara manusia”. QS. Al-Hajj : 18.

Bertasbihnya para makhluk tersebut di atas bukanlah suatu perkara yang aneh. Di zaman Nabi shallallahu’alaihiwasallam saja para sahabat biasa mendengar makanan bertasbih.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu menuturkan,

“لَقَدْ رَأَيْتُ الْمَاءَ يَنْبُعُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلَقَدْ كُنَّا نَسْمَعُ تَسْبِيحَ الطَّعَامِ وَهُوَ يُؤْكَلُ”

“Sungguh aku telah melihat air memancar dari antara jari-jari Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Dan sungguh kami juga mendengar makanan bertasbih saat dimakan”. HR. Bukhari.

▶ Matahari dan Bulan tunduk atas perintah Allah ta’la.

Allah ta’la berfirman :
وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Qs.Al A’raf : 54)

▶Jika kita heran dengan gerhana bulan, dahulu di zaman Nabi Muhammad lebih menakjubkan lagi peristiwa Bulan terbelah.
Kejadian ini telah diceritakan dalam Al Qur’an dan dalam berbagai hadits. Kejadian ini pula adalah di antara tanda datangnya kiamat. Marilah kita lihat pembahasan selanjutnya.

Allah Ta’ala berfirman,

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

“Telah dekat (datangnya) kiamat dan telah terbelah bulan.” (QS. Al Qamar: 1)

Terdapat hadits yang juga menyebutkan hal ini, sebagaimana yang disebutkan dalam shohih Bukhari.

Dari Ibnu Mas’ud, beliau berkata,

انْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِرْقَتَيْنِ ، فِرْقَةً فَوْقَ الْجَبَلِ وَفِرْقَةً دُونَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « اشْهَدُوا »

“Bulan terbelah menjadi dua bagian pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Satu belahan terdapat di atas gunung dan belahan lainnya berada di bawah gunung. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ’Saksikanlah’.” (HR. Bukhari no. 4864)

▶ Matahari dan bulan akan di gulung dan dimasukkan kedalam neraka
ِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ مُكَوَّرَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

قال: زاد في رواية البزار ومن ذكر معه "في النار" فقال الحسن: وما ذنبهما؟ فقال أبو سلمه: أحُدثك عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، وتقول: وما ذنبهما؟..... وأخرج أبو يعلى معناه من حديث أنس وفيه: ليراهما من عبدهما. كما قال الله تعالى: إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ [الأنبياء:98].

❷. peristiwa ini bukan sebagai ajang kagum terhadap ilmu pengetahuan manusia, teknologi canggih zaman ini, bukan pula untuk selfi, menjadikan fto profil, status dll
akan trtapi mari kita gunakan sebagai bahan perenungan, tadabur, mengamati kekuasaan Allah
Menghadirkan rasa takut kepada Allah kemudian Bertaubat, Nabi mengaitkan perintah shalat ,doa ,dzikir dan istighfar dengan ru’yah (melihat) gerhana bukan kabar dari ahli hisab (falak).

Dari Abu Musa radhiallahu ‘anhu ia berkata;

خَسَفَتْ الشَّمْسُ فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّي بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِي صَلَاةٍ قَطُّ

“Pada zaman Nabi ﷺ  ‘ pernah terjadi gerhana matahari, beliau terkejut dan bergegas berdiri karena takut kalau-kalau akan terjadi kiamat. Sampai beliau masuk ke masjid dan melaksanakan shalat dengan berdiri, ruku dan sujud yang panjang sekali, aku belum pernah melihat beliau memanjangkan bacaan sedemikian lama sebelumnya.” (HR.Bukhari 1059 dan Muslim 912)

Sofyan Bin Uyainah –rahimahullah– berkata:

“اَلتَّفَكُّرُ مِفْتَاحُ الرَّحْمَةِ أَلَا تَرَى أَنَّ المَرْءَ يَتَفَكَّرُ فَيَتُوْبَ “

“Perenungan (tafakur) adalah kunci turunnya rahmat. Tidakkah Anda perhatikan ketika seseorang merenung lalu (sesudah itu) bertobat.”

Maka perenungan adalah nasihat terbaik yang perlu disampaikan kepada manusia. Firman Allah:

قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا [ سبأ/46]

Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepada kalian suatu hal, yaitu supaya kalian menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kalian merenung”. (QS. Saba’:46).
Dengan perenungan pula akan tercapai keberuntungan hidup di dunia dan akhirat. Firman Allah:

فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [ الأعراف:69]

“Maka ingatlah akan nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Qs Al-A’raf:69).

Abu Darda’-radhiyallahu ‘anhu– berkata:

“تَفَكَّرَ سَاعَةً خَيْرٌ مِنْ قِيَامٍ لَيْلَةً”

“Merenung sesaat lebih bernilai dari pada melakukan ibadah sunnah semalam.”
......
إِنَّ اللهَ تَعَالى يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مَسِيءُ النَّهَارِ وَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا.“رواه مسلم

“Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa pada siang hari, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa pada malam hari, sampai matahari terbit dari barat.” (HR. Muslim).

Shalat sunnah yang dilakukan sebelum terbitnya matahai dan sebelum terbenamnya, Allah memberinya pahala, sebagaimana sabda Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لاَ تَضَامُّوْنَ فِي رُؤْيَتِهِ، فَإِنِ اْستَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوْا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَصَلاَةٍ قَبْلَ غُرُوْبِهَا فَافْعَلُوْا. رواه البخاري

“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb (Tuhan) kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini. Kalian tidak akan berdesak-desakan ketika melihat-Nya (tidak mengalami kesulitan dalam melihat-Nya). Oleh karena itu, jika kalian mampu, untuk tidak mengabaikan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari, maka lakukanlah.” (HR. Bukhari).

dan yg terakhir setelah kita menyaksikan peristiwa Gerhana ini berdzikir bersedekah, mari kita Berdo’a dengan menghadirkan Mahabbah, Khauf dan Raja’.

Mahabbah yaitu cinta, ketika berdo’a hadirkan cinta, bahwa kita mencintai Allah ta’la dengan meminta kepada-Nya.

Khauf yaitu (perasaan) Takut.
ketika berdo’a hendaknya hadirkan Khauf, bahwa kita takut kepada Allah ta’la dari murka-Nya dan Azab-Nya.

Raja’ yaitu Pengharapan.
ketika berdo’a hendaknya hadirkan Raja’, bahwa kita berharap kepada Allah ta’la agar Dia mengampuni dosa-dosa kita dan menerima taubat kita serta menjauhkan kita dari siksa-Nya.

dikutip dari berbagai sumber : Muslim.or.id rumaysho.com Aplikasi Quranandroid, ensiklopedi hadits dll...

✏Disusun oleh :🖊 Muhammad Hasan Asnawi

Minggu, 16 September 2018

Masuk Surga Bersama Keluarga (bag-03)

Masuk Surga Bersama Keluarga (bag-03)

📄Lanjutan faedah kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA.
🏬 Hotel Merdeka, Madiun, 06 Muharam 1440 H

Suami istri harus bekerjasama dalam ibadah dalam ketaatan dalam urusan akherat, karena kalau salah seorang dari mereka sholih / sholihah maka kelak akan bermanfaat di akherat. bukankah suami istri bisa saling memberi syafaat diantara mereka, sebagaimana kaum muslimin hisa saling memberi syafaat di hari kiamat, bagaimana lagi dengan suami istri yang hubungannya sangat luar biasa.. tentunya bisa saling memberi syafaat dengan izin Allah subhanahu wata'ala.

- jika antar sesama kaum muslimin bisa memberi syafaat dengan mengeluarkannya dari neraka, maka terlebih lagi antara suami dan istri, anak dan bapak, anak dan ibu, kerabat dst...

- Berusahalah agar pasangan kita menjadi sholeh, jika ada yang belum sholih sabar mendakwahinya, sabar mengajari dan mendidiknya, butuh kesabaran, proses, pelan2, jangan mudah emosi... &jangan lupa berdoa kepada Allah subhanahu  wata'ala.

*KETIGA*
   Diantara cara suami istri untuk mewujudkan agar bisa masuk surga bersama keluarga adalah : *Hendaknya sebuah keluarga MEWUJUDKAN TUJUAN PERNIKAHAN,* senantiasa mengingat-ingat tiga tujuan pernikahannya, kemudian menjadikan setiap tujuan tersebut ladang pahala baginya.

*Tiga Tujuan Pernikahan*

*1⃣. Menundukkan pandangan & menjaga kemaluan.*
sebagaimana sabda Nabi Muhammad _shalallahu 'alaihi wasalam :_

َ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
*Artinya :*
"Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang telah memperoleh kemampuan (menghidupi rumah tangga), kawinlah. Karena sesungguhnya, perhikahan itu lebih mampu *menundukkan pandangan mata dan menjaga kemaluan.* Dan, barangsiapa belum mampu melaksanakannya, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu akan meredakan gejolak hasrat seksual."
📚(HR. Muslim)

*2⃣. Menumbuhkan dan memupuk rasa cinta kasih (mawadah warahmah) antara kedua pasangan.*
Sebagaimana Firman _Allah ta'ala_ :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
*Artinya :*
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
📖(Surat Ar-Rum, Ayat 21)

- Kata para ulama' diantara tujuan pernikahan adalah mewujudkan rasa cinta kasih sayang diantara kedua pasangan.

*3⃣. Mendidik anak² agar menjadi anak² yang sholih / sholihah.*

Allah berfirman :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً ۚ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ

Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan *Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan /anak².* Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu bukti (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada Kitab (tertentu).
📖(Surat Ar-Ra'd, Ayat 38)

- Itulah 3 tujuan pernikahan yang harus kita ingat dibenak kita, jika kita sudah mengetahuinya 1- menundukkan pandangan & menjaga kemaluan. 2- menumbuhkan dan memupuk rasa cinta kasih antara kedua pasangan. 3- mendidik anak² agar menjadi anak² yang sholih / sholihah.

- *Maka ada sebuah kaedah di dalam kaedah. kaedah fiqhiyah :*
ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب
_Ada perkara wajib yang tidak bisa dikerjakan kecuali dengan perkara lain, maka perkara yang lain tersebut hukumnya menjadi wajib._
*contoh :*
"Seorang tidak akan sah shalatnya kecuali dengan berwudhu, maka wudhu hukumnya menjadi wajib.

ما لا يتم المستحاب فيه إلا به فهو مستحاب
_Ada perkara sunnah yang tidak bisa dikerjakan kecuali dengan perkara lain, maka perkara yang lain tersebut hukumnya menjadi sunnah_
*contoh :*
"Ada seorang ingin menjalankan sunnah nabi dengan memakai minyak wangi, dan ia tidak akan bisa memakai winyak wangi kecuali dengan membelinya MAKA *membeli minyak wangi hukumnya sunnah.*

- Maka dengan kaedah ini, kita akan paham, semua hal yang membantu terwujudnya 3 tujuan pernikahan tersebut, kita akan mendapatkan pahala disisi Allah. niatkan karena Allah !. ```SEMUA AKAN BERPAHALA.```

*Contoh sederhana Tujuan pernikahan yang pertama menundukkan pandangan & menjaga kemaluan.*

   Maka semua hal yang membantu suami istri agar bisa menundukkan pandangan semuanya berpahala disisi Allah.
*MISAL* : berhias untuk pasangan agar suamai / istrinya senang dan menundukkan pandangan, maka berhias berpahala disisi Allah _subhanahu wata'ala_
- seorang istri merapikan ranjangnya, diberi minyak wangi agar suaminya senang, nyaman, tentram ini berpahala.
- seorang istri fitnes, diet mengurangi makan, memakai baju warna merah misalnya, semua demi suami agar suaminya senang, maka berpahala.

```INI PERKARA YANG SANGAT PENTING untuk dipahami```

- jika suaminya ingin berhubungan maka seorang istri bersabar melayani, begitu pula sebaliknya jika istri ingin berhubungan maka suami berusaha untuk melayani.
karena ini termasuk tujuan pernikahan yaitu menundukkan pandangan.

*Contoh sederhana Tujuan pernikahan yang kedua menciptakan, menumbuhkan dan memupuk rasa cinta kasih (mawadah warahmah) antara kedua pasangan.*
Misal :
- suami pulang kerja melihat istrinya sudah tidur tidak memakai selimut, kemudia sang suami pelan² menyelimutinya, (padahal sang istri pura² tidur)... istrinya senang atau tidak ?... maka memberi selimut itu berpahala... sederhana tapi perlu dilakukan.

- Istri tertidur sang suami mencium keningnya, kemudian iatri terbangun karena kehangatan ciuman istrinya, istrinya senang atau tidak ?... maka mencium kening berpahala...

- Ngobrol sebelum tidur dengan pasangan, sederhana tapi berpahala. sampai² imam bukhori membuat judul bab dalam kitabnya : الباب السهر في العلم (Bab bergadang dimalam hari karena Ilmu) diantara hadits yang dibawakan dalam bab tersebut adalah hadits ibnu Abbas tentang obrolan Nabi dengan bibinya Maimunah.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ رَقَدْتُ فِي بَيْتِ مَيْمُونَةَ لَيْلَةَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَهَا لِأَنْظُرَ كَيْفَ صَلَاةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّيْلِ قَالَ فَتَحَدَّثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ أَهْلِهِ سَاعَةً ثُمَّ رَقَدَ ...
*Artinya :*
Dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata; "Saya bermalam di rumah Maimunah, yang saat itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berada di rumahnya. Demikian itu, agar saya dapat melihat bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam *berbincang-bincang bersama isterinya sejenak,* kemudian beliau tidur."

- Obrolan Nabi dengan istrinya dalam hadits tersebut oleh imam Al Bukhori dianggap sebagai obrolan dalam ilmu, mendapatkan pahala.

- Sebagaimana kajian bergadang dimalam hari dapat pahala, maka ngobrol dengan istri juga mendapatkan pahala.

- lihatlah Nabi melakukan hal² yang terlihat sepele, tapi tidak sepele dimata wanita : - Nabi minum satu gelas dengan istrinya  melalui bekas mulut istrinya 'Aisyah radhiallahu 'anha - 'Aisyah juga bercerita bahwa Nabi juga makan dari bekas gigitannya, Bagi laki² sepele tapi tidak sepele bagi wanita. itu sepele bagi laki² tapi bagi 'Aisyah itu adalah romantis, dan itu berpahala. itulah Nabi kita yang begitu mesra dan sayang kepada istri²nya.

- Kalau orang tukang maksiat, tukang zina romantis maka mengapa kita yang mengenal sunnah tidak romantis ?

- TANAMKAN DALAM BENAK KITA, apapun yang menjadikan menumbuhkan dan memupuk rasa cinta kasih antara kedua suami istri maka *LAKUKANLAH !*

- Maka yang perlu diketahui suami istri adalah apa saja yang disukai suami - istri? untuk kita kerjakan & apa saja yang dibencinya ? untuk kita jauhi. berusaha mengenal apa saja yang disukai dan yang tidak.
MISAL : Suami inginnya makan sebelum dzuhur, maka diingat oleh istri dan di siapkan, istri tidak suka kalau pulang kerja suami langsung ngorok, suami tidak suka kalau istri pakai parfum ini, istri suka kalau suami pulang kerja mandi, maka lakukanlah lillahi ta'ala. sepele tetapi berpahala.

- Jangan sampai kita baik kepada orang tetapi sama istri sebaliknya, suka ngobrol dengan teman tetapj sama istri tidak ada waktu. suka ngundang makan ngajak teman tetapi sama istri tidak pernah nraktir makan di luar.

- ```intinya suami istri harus mengenal masing² apa saja yang disukai dan tidak oleh pasangannya untuk mewujudkan cinta kasih diantara keduanya yang merupakan tujuan kedua dari pernikahan,```

Bersambung _insyallah_

wallahu a'lam

🌱akhukum fillah, al fqiir ilallah
🖊mha_elkanzu
Disempurnakan 07 Muharram 1440H, AE-LN

Masuk Surga Bersama Keluarga (bag-02)

Masuk Surga Bersama Keluarga (bag-02)

📄 Lanjutan Faedah kajian Dr. Firanda Andirja, MA.
🏬Hotel Merdeka, madiun 6 Muhaarom 1440 H

Seorang suami tidak boleh egois, dengan mengatakan yang penting saya masuk surga, tidak perduli dengan istri anakku... karena suami akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. *haram bagi suami untuk egois.*

*Wajib hukumnya bagi seorang suami untuk mengajak keluarganya masuk surga,* wajib baginya untuk mendidiknya, menjaga keluarganya dari panasnya api neraka. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا ...
Artinya :
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ...
📖(Surat At-Tahrim, Ayat 6)

Jika seorang suami tidak mendidik istri dan anaknya kelak mereka akan menuntutnya di hari kiamat, Allah berfirman :

(فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ * يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ * وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ * وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ)
*Artinya :*
Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),
*pada hari itu manusia lari* dari saudaranya,
dan dari ibu dan bapaknya,
dan dari *istri dan anak-anaknya.*
📖[Surat 'Abasa 33 - 36]

Diantara tafsiran salaf dalam ayat ini, bahwa kenapa  meninggalkan anak dan istrinya bahkan lari dari mereka ?,
karena ia takut anak istrinya menuntut dia.
karena selama hidup di dunia ia tidak menunaikan hak anak istrinya dan diantara hak anak istri adalah seorang suami mendidik anak istrinya, mengajaknya ngaji, memerintahkannya shalat, memerintahkannya mengenakan jilbab membangunkan untuk shalat subuh semua dg cara yg baik (lemah lembut) dst...

Allah tidak hanya memerintahkan kita shalat, tapi juga agar kita memerintahkan *keluarga kita* untuk shalat :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

*Artinya :*
Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
📖(Surat Tha-Ha, Ayat 132)

- *Sebuah faedah* dari firman Allah agar kita sabar untuk shalat
*sabar mendidik anak istri untuk shalat*
*sabar memerintahkan mereka untuk shalat, kemudian*

لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
*Artinya :*
Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.

- Kata ulama ini isyarat bahwa *betapa banyak orang mencari rizki lupa untuk menyuruh anak istrinya shalat*

- dan ulamak juga mengatakan *Diantara sebab dimudahkannya rejeki dan diantara sebab datangnya rezeki adalah menyuruh anak istrinya untuk shalat*

- Bersabarlah dalam mendakwahi anak istri dan mengajak mereka dalam ketaatan jangan mudah emosian.

*Kemudian*
Diantara kesempurnaan kenikmatan yang di idam idamkan setiap orang atau setiap keluarga adalah *MASUK SURGA BERSAMA KELUARGA*

Memang benar seorang yang masuk surga sendirian tanpa keluarganya karena keluarganya murtad atau kafir *dia akan tetap berbahagia,* akan tetapi kebahagiaan yang sempurna manakala ia bisa berkumpul di surga bersama-sama keluarganya. Bahkan itu adalah bentuk pemulyaan Allah kepada seorang mukmin

(جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ * سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ)
*Artinya :*
(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang shalih dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
(sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.
📖[Surat Ar-Ra'd 23 - 24]

- *Reoni dengan keluarga adalah kebahagiaan yang sempurna* terlebih jika berpisah dalam jangka waktu yang lama, terpisah bertahun² karena jarak kematian yg lama.

- *Bahkan malaikat sampai berdoa, mendoakan agar orang² beriman dikumpulkan bersama keluarganya di surga.* Doa mereka disebutkan  dalam surat ghofir

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Artinya :
Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang shalih di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana,
📖(Surat Ghafir, Ayat 8)

*Malaikat mengetahui bahwa masuk surga bersama keluarga adalah kenikmatan yang luar biasa,* oleh karenanya mereka mendoakan orang² beriman agar mereka dimasukkan surga bersama nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka.

- Betapa banyak kita berdoa, semoga kita dikumpulkan disurga,

- Betapa banyak anak2 menulis sebuah doa, semoga aku dikumpulkan bersama bapak, ibu-ku disurga

- Bahkan ada istri/janda yang rela untuk tidak menikah lagi karena cintanya kepada suaminya dan ingin dikumpulkan bersama suaminya di surga.

- sebagaimana kisah ummu darda' yang menolak lamaran muawiyah sahabat yang mulia, sahabat terkenal dan memiliki garis keturunan yang tinggi, setelah meninggal suaminya abu darda'

```Itulah gambaran bahwa masuk surga bersama keluarga adalah kenikmatan yang luar biasa dan cita-cita setiap orang yang beriman.```

*Kemudian bagaimana mewujudkan agar bisa masuk surga bersama suami istri / sekeluarga ?*

*PERTAMA :*
   Pernikahan adalah ibadah yang sangat dicintai Allah. sampai-sampai Allah menamakan pernikahan dengan _miitsaqon gholidho_
... وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
Artinya :
Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu.
📖(Surat An-Nisa', Ayat 2)

```Pernikahan adalah hubungan yang sangat memudahkan suami istri masuk surga.```

Bagaimana tidak Allah telah menggantungkan surga suami dengan berbuat baik kepada istrinya dan sebaliknya Allah  menggantungkan surga seorang istri dengan berbuat baik kepada suaminya

Lihatlah hadits Nabi bahwa keduduka seorang suami di surga bisa dipengaruhi oleh istri, yaitu orang yang paling dekat kedudukannya dengan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam di surga adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan sebaik² akhlak dan paling utama seorang suami adalah akhlaknya / perlakuan dan sikapnya kepada istrinya nabi bersabda :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
*Artinya :*
Dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: *"Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap isterinya,* dan aku adalah orang yang paling baik terhadap isteriku."
📚(HR. Ibnu Majah)

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَ
Jabir bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: *"Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan yang tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari kiamat ialah orang yang akhlaknya paling bagus.* Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak bicara (kata-kata tidak bermanfaat dan memperolok manusia)." Para shahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling banyak bicara itu?" Nabi menjawab: "Yaitu orang-orang yang sombong."
📚(HR. Tirmidzi)

- Maka jika kita ingin memiliki surga yang dekat dengan Nabi maka perbaiki akhlak kita ini secara umum, dan Nabi mengkhususkan dengan sabdanya diatas _"Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap isterinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap isteriku."_

-  oleh karenanya kita suami harus sadar, bahwa diantara kesempatan kita untuk meraih surga tertinggi adalah berbuat yang terbaik bagi istri. semakin kita berbuat baik kepada istri maka suami lebih mudah masuk surga.

*Bagaimanakan ciri-ciri suami yang baik ?*

Biasanya Suami yang baik diantara ciri²nya bisa diketahui dari istrinya, jika istri anda bangga mempunyai suami anda, maka anda adalah suami yang baik _(tentunya kebanggaan dalam hal positif dan sesuai kacamata akherat / agamanya bukan hanya dunianya)_ ini indikasi bahwa anda adalah suami yang baik. jika sebaliknya maka anda suami harus memperbaiki diri.

*Sebaliknya Nabi berkata kepada istri*

عَنِ الْحُصَيْنِ بْنِ مِحْصَنٍ أَنَّ عَمَّةً لَهُ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ فَفَرَغَتْ مِنْ حَاجَتِهَا فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ كَيْفَ أَنْتِ لَهُ قَالَتْ مَا آلُوهُ إِلَّا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ قَالَ فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ
*Artinya :*
Al Hushain bin Mihshan bahwa bibinya pernah mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk suatu keperluan. Setelah urusannya selesai, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bertanya kepadanya: "Apakah kamu mempunyai suami?" ia menjawab, "Ya." Beliau bertanya lagi: "Bagaimanakah sikapmu terhadapnya?" ia menjawab, "Saya tidak pernah mengabaikannya, kecuali terhadap sesuatu yang memang aku tidak sanggup." Beliau bersabda: "Camkanlah selalu, akan posisimu terhadapnya. *Sesungguhnya Suamimu itu adalah surgamu atau nerakamu"*
📚(HR. Ahmad )

- anda harus mengatur diri agar memiliki akhlak yang baik kepada keluarga, sehingga setiap kali bertemu dengan istri pahala terus mengalir, setiap bertemu anak pahala mnegalir terus. kalau kita memiliki akhlak yang baik, maka argo pahala jalan terus (pahala akan terus bertambah) itulah rahasia sabda Nabi : _"Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap isterinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap isteriku."_

*KEDUA :*
   *Kemudian bagaimana menjadikan pernikahan sebagai ladang pahala dan jembatan menuju surga dan sumber pahala ?*

- Bekerjasama (suami istri) dalam beribadah dalam ketaatan kepada Allah.

- Usahakanlah bagaimana caranya agar bisa beribadah bersama² antara suami istri, kerjasama dalam kebaikan, kerjasama agar bisa haji bersama, kerjasama agar bisa umrah bareng2, saling membantu dalam ketaatan,
misalnya bekerjasama dan sepakat untuk menjalankan shalat malam

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى ثُمَّ أَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ وَرَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ ثُمَّ أَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ
*Artinya:*
dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda:
*"Allah merahmati seorang pemuda* yang bangun untuk shalat dimalam hari, lalu ia membangunkan istrinya untuk shalat, jika ia enggan maka ia memercikkan air diwajahnya,
dan *Allah merahmati seorang istri* yang bangun untuk shalat dimalam hari lalu ia membangunkan suaminya untuk shalat, jika ia enggan maka ia memercikkan air kewajahnya."
- nanti di hari kiamat bisa saling memberi syafaat..

*Faedah :*
- dikatakan oleh ulama' : ini isyarat bahwa dalam mendidik istri dalam ketaatan itu harus agak sedikit dipaksakan, _(tentunya tetap mengedepankan lemah lembut dan hikmah)_ karena jika tidak bangun dipercikkan di wajah suami / istri air. intinya jika suami istri sepakat insyallah tidak ada kemarahan.

- *jika sebuah keluarga orientasinya / tujuannya adalah akherat maka akan terasa mudah menjalani kehidupan dunia ini.*

- Harus saling mengingatkan, terkadang istri lupa terkadang suami yang lupa.

- Kalau ingin membeli barang, tanyakan perlu atau tidak ? kalau perlu apakah bisa mempertanggung jawabkan dihadapan Allah ?
------------
- *Suami istri bisa saling memberi syafaat* kelak di akherat, jika antara teman saja bisa saling memberi syafaat terlebih lagi suami istri, simak hadits dalam shahih Bukhori berikut ini :

... وَإِذَا رَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ نَجَوْا فِي إِخْوَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِخْوَانُنَا كَانُوا يُصَلُّونَ مَعَنَا وَيَصُومُونَ مَعَنَا وَيَعْمَلُونَ مَعَنَا فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى اذْهَبُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ دِينَارٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجُوهُ وَيُحَرِّمُ اللَّهُ صُوَرَهُمْ عَلَى النَّارِ فَيَأْتُونَهُمْ وَبَعْضُهُمْ قَدْ غَابَ فِي النَّارِ إِلَى قَدَمِهِ وَإِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ فَيُخْرِجُونَ مَنْ عَرَفُوا ثُمَّ يَعُودُونَ فَيَقُولُ اذْهَبُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ نِصْفِ دِينَارٍ فَأَخْرِجُوهُ فَيُخْرِجُونَ مَنْ عَرَفُوا ثُمَّ يَعُودُونَ فَيَقُولُ اذْهَبُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجُوهُ فَيُخْرِجُونَ مَنْ عَرَفُوا...
*Artinya :*
Jika mereka melihat bahwasanya mereka telah selamat di kalangan teman-teman mereka, mereka berkata, 'Ya Tuhan kami, sesungguhnya kawan-kawan kami mendirikn shalat bersama kami dan berpuasa bersama kami, dan beramal bersama kami! ' Allah Ta'ala berfirman, 'Pergilah kalian, siapa diantara kalian dapatkan dalam hatinya masih ada seberat dinar keimanan, maka keluarkanlah dia', dan Allah mengharamkan bentuk mereka dalam neraka.
Maka mereka datangi kawan-kawan mereka sedang+ sebagian mereka telah terendam dalam neraka ada yang sampai telapak kakinya, setengah betisnya,n sehingga mereka keluarkan siapa saja yang mereka, kemudian mereka kembali dan Allah berkata, 'Pergilah kalian sekali lagi, dan siapa yang kalian temukan dalam hatinya seberat atom keimanan, maka keluarkanlah dia.' Maka mereka keluarkan siapa saja yang mereka kenal...

- Jadi suami istri / tali pernikahan adalah aset berharga untuk masuk surga untuk saling memberi syafaat kelak di hari kiamat. jangan abaikan atau sia - siakan !

Bersambung _insyallah_

***mohon dimaafkan bila ada kesalahan atau kekurangan, wallahu a'lam.

_Akhukum fillah, al faqiir ilallah_
🖊mha_el kanzu

Masuk Surga Bersama Keluarga (bag-01)

Masuk Surga Bersama Keluarga (bag-01)

Sedikit faedah yang mampu di tuangkan dalam tulisan dari banyaknya ilmu yang disampaikan oleh beliau Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA. _hafidhahullahu ta'la._ semoga bermanfaat...

Masuk Surga merupakan impian dan cita² tertinggi para Nabi, dalam Al Quran Allah menyebutkan doa Nabi Ibrahim 'alaihis salam yang meminta surga
وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ

*Artinya :*
dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan,
📖(Surat Asy-Syu'ara, Ayat 85)

*Nabi kita Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam juga mengajarkan doa*
اللهم إني أسألك الجنة
Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-MU surga

Di dalam Shahih Bukhori Nabi juga bersabda :

فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ
*Artinya :*
Apabila kalian minta kepada Allah maka mintalah surga firdaus karena dia adalah tengahnya surga dan yang paling tinggi.

*Kenapa harus meminta surga dan punya cita- cita tertinggi untuk bisa masuk surga ?*

- Karena dunia ini hanya sementara dan fana, sekaya apapun kita dan setinggi apapaun jabatan kita maka kebahagiaan dunia sebenarnya hanyalah semu, walaupun kaya dan memiliki kedudukan tinggi pasti akan bersedih, pasti akan merasakan sakit, bukan hanya orang miskin yang sakit mencret (perut) orang kayapun juga merasakan, bukan hanya orang miskin yang bersedih tapi pejabat, presiden bahkan rajapun juga bersedih.
- Akan tetapi surga adalah puncak kenikmatan yang menakjubkan dan tidak terbayangkan, Dalam hadits qudsi disebutkan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ اللَّهُ أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
*Artinya :*
dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Allah berfirman, 'Aku persiapkan bagi hamba-Ku yang shalih (ganjaran) yang tidak terlihat oleh mata, belum terdengar oleh telinga dan belum pernah terdetik oleh hati manusia'."
📚(HR. Bukhori)

Disebutkan pula :

يُنَادِي مُنَادٍ إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلَا تَسْقَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا فَلَا تَمُوتُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلَا تَهْرَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَنْعَمُوا فَلَا تَبْأَسُوا أَبَدًا فَذَلِكَ قَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ { وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمْ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ }

Akan ada penyeru yang berseru (pada penduduk surga): Sesungguhnya kalian akan selalu sehat dan tidak akan sakit selamanya, kalian hidup dan tidak akan mati selamanya, kalian muda tidak akan tua selamanya, kalian akan merasakan nikmat tidak akan merasa sengsara selamanya. Itulah (makna) firman Allah Azza Wa Jalla: << dan diserukan : Itulah surga yang Aku wariskan kepada kalian disebabkan apa yang kalian perbuat (Q.S Al-A’raaf:43)>>
📚(H.R Muslim no 5069).

Lihatlah betapa bergembiranya penduduk surga :

(وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ * الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ)
*Artinya :*
Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri,
yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.”
📖[Surat Fathir 34 - 35]

Sebuah faedah kata نَصَبٌ dan لُغُوبٌ dalam ayat tersebut memiliki makna dalam bahasa arab
kata نَصَبٌ bermakna : capek ketika bekerja
dan kata لُغُوبٌ bermakna : capek setelah bekerja.

Manusia didunia ada yang capek ketika bekerja dan ada yang capeknya setelah bekerja karena ketika bekerja semangat sehingga tidak merasakan capek.
Adapun disurga maka tidak akan merasakan capek sama sekali baik ketika atau setelah bekerja.

   Dan diantara kenikmatan surga adalah dicabutnya rasa jengkel dan dongkol pada dada² penghuni surga
Allah berfirman :

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

*Artinya :*
dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan.”
📖(Surat Al-A'raf, Ayat 43)

Allah juga berfirman :

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

*Artinya :*
Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
📖(Surat Al-Hijr, Ayat 47)

Lihatlah bagaimana Allah mensifati pelayan2 surga yang akan mengelilingi penduduk surga, sehingga para ibu² tidak akan merasa capek seperti di dunia, cuci baju, cuci piring, ngepel, bersih², ganti popok dst...

وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَهُمْ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَكْنُونٌ

*Artinya :*
Dan di sekitar mereka ada anak-anak muda yang berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.
📖(Surat Ath-Thur, Ayat 24)

وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًا

*Artinya*
Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan.
📖(Surat Al-Insan, Ayat 19)

jika pelayannya saja seperti mutiara putih yang terpelihara dalam cangkangnya maka bagaimana dengan majikannya, bagaimana dengan bidadari - bidadarinya.

Jadi sudah seharusnya sebuah keluarga tujuan utamanya adalah surga, tujuannya adalah akherat, dunia ini hanya sementara,
dunia ini hanya perantara,,,

bersambung ... _(insyallah)_

_mohon dimaafkan jika ada kekurangan atau kesalahan, semoga ada saudara² kita yang melengkapi dan menambah faedah dari kajian istimewa tersebut..._

- Jangan lupa setiap berdoa sisipkan doa² kebaikan kepada ustadz ² terbaik negeri ini, semoga mereka diberi keikhlasan, kesabaran, keistiqomahan, keberkahan dlm segala hal, tambahan ilmu,  dan semoga husnul khotimah dan dikumpulkan bersama2 disurga dengan beliau, keluarga kita dan kaum muslimin semuanya amiin...

Akhukum fillah, al faqiir ilallah
🖊mha_el kanzu
🏬Hotel Merdeka, madiun 6 Muhaarom 1440 H

Minggu, 25 Februari 2018

Hukum Menyaksikan Film

📝 ما حكم مشاهدة المسلسلات التي تذاع بالتلفزيون⚠ ؟
Apa hukum menyaksikan film/sinetron/drama yang disiarkan di Televisi ?

​【🔽】 الســؤال :
*Pertanyaan :*
✍ما حكم مشاهدة المسلسلات التي تذاع بالتلفزيون ؟
Apa hukum menyaksikan sinetron/drama/film yang disiarkan di Televisi ?
​【🔽】 الجــواب :
*Jawab :*
قال تعالى [(أولم نعمركم ما يتذكر فيه من تذكر )].(فاطر:٣٧)
Allah Ta'ala berfirman : _[(Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir_ )]. (Q.S. Fathir : 37)

وفي الحديث : أن المرء يسأل عن عمره فيما أفناه (الحديث) ومشاهدة المسلسلات ضياع للوقت
Dalam sebuah hadits disebutkan : _"bahwa seseorang akan ditanya tentang umurnya untuk apa ia gunakan"_ , dan menyaksikan film² termasuk menyia-nyiakan waktu.

فلا ينبغي للمسلم الانشغال بها وإذا كانت المسلسلات تشتمل على منكرات فمشاهدتها حرام وذلك مثل النساء السافرات والمتبرجات ومثل الموسيقى والأغاني
Tidak sepantasnya bagi seorang muslim untuk sibuk dengan hal itu dan jika didalam film² tersebut terdapat unsur kemungkaran maka menyaksikannya adalah HARAM, seperti : wanita yang terbuka auratnya dan yang bersolek, musik dan nyanyian.

ومثل المسلسلات التي تحمل أفكار فاسدة تخل بالدين والأخلاق ومثل المسلسلات التي تشتمل على مشاهد ماجنة فاضحة تفسد الاخلاق فهذه الأنواع من المسلسلات لا تجوز مشاهدتها
demikian juga film² yang menyuguhkan pemikiran² rusak yang bisa menghancurkan agama dan akhlak serta menampilkan hal-hal yang buruk yang bisa merusak akhlak, maka semua ini termasuk film² yang tidak boleh disaksikan.

📚[] المنتقى من فتاوى فضيلة الشيخ صالح الفوزان حفظه الله مجلد رقم٣ (صـ ٤٨٥-٤٨٦) []
📚 Kumpulan fatwa Syeikh Shalih al Fauzan _(semoga Allah menjaganya)_ jilid 3 (hal 485-486)
•••━════✿═════━•••
تِـلِيجْرَام:https://goo.gl/IoFp59
فَيْسبُوك:https://goo.gl/R6br7a
⚠ لَا يُــــسمَحُ بتغييــر شــيء ❢

#hukum menyaksikan film barat, #hukum menyaksikan film porno, #hukum menyaksikan film drama korea, #hukum menyaksikan film india, #hukum menyaksikan sinetron, dst

Terjemah : el kanzu
Editor : Abu ahmad elfityan

Jogorogo - Ngawi - Jawa Timur
09 Jumadil Akhir 1439 H
21:56 WIB

Selasa, 13 Februari 2018

Doa Shalat Tahajud

♻️✏️ *Doa Shalat Tahajud*

1⃣ Pertama, sesungguhnya sepertiga malam terakhir termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah.

Karena Allah menjanjikan akan mengabulkan doa di waktu ini. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Allah Subhanahu wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku ijabahi doanya, siapa yang meminta-Ku akan Aku beri dia, dan siapa yang minta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni dia.”
📚(HR. Bukhari 1145, Muslim 758, Abu Daud 1315, dan yang lainnya).

2⃣ Kedua, berdasarkan hadis di atas, di sepertiga malam terakhir, Anda bisa memohon kepada Allah apapun yang Anda inginkan, selama tidak melanggar larangan dalam berdoa. Anda bisa berdoa dengan bahasa Arab, bahasa Indonesia atau bahasa apapun yang Anda pahami. Manfaatkan kesempatan sepertiga malam terakhir untuk banyak memohon kepada Allah. Memohon ampunan, memohon hidayah, memohon kebaikan dunia akhirat, dan memohon kepada Allah untuk menyelesaikan masalah Anda. Tidak ada doa khusus yang harus Anda baca untuk permohonan ini.

*Kapan Waktunya?*

Bisa Anda lakukan setiap selesai shalat 2 rakaat, atau seusai tahajud sebelum witir, atau ketika sujud, atau menjelang salam sebelum tasyahud.

3⃣ Ketiga, doa khusus untuk dibaca ketika tahajud berdasarkan hadis yang shahih, terdapat pada *doa iftitah dan doa setelah witir.* Berikut rinciannya:

▶️ Doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika *iftitah:*

▪Dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf, beliau bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha,
“Apa doa yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengawali shalat malam beliau?”

*Aisyah* menjawab: “Beliau memulai shalat malam beliau dengan membaca doa:

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ya Allah, Tuhannya Jibril, mikail, dan israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui yang gaib dan yang nampak. Engkau yang memutuskan diantara hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Berilah petunjuk kepadaku untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.”
📚(HR. Muslim 770, Abu daud 767, Turmudzi 3420 dan yang lainnya)

▪ Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melakukan shalat di tengah malam,
beliau membaca doa iftitah:

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،

اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah d iri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling akhir. Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.”
📚(HR. Ahmad 2710, Muslim 769, Ibn Majah 1355).

▪ Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun malam, beliau bertakbir, kemudian membaca:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ

Maha Suci Engkau Ya Allah, aku memuji-Mu, Maha Mulia nama-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu, tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Kemudian membaca:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah (3 kali)

dilanjutkan dengan membaca:

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا

Allah Maha Besar (3 kali)

📚(HR. Abu Daud 775, Ad-Darimi 1275, dan dishahihkan al-Albani)

▶️ *Doa yang Dibaca Setelah Witir*

1⃣ Doa pertama

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ

SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS

“Mahasuci Dzat yang Merajai lagi Mahasuci.”

Hadis Selengkapnya:

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ فِي الْوِتْرِ، قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah salam shalat witir, beliau membaca: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS.
📚(HR. Abu Daud 1430; dishahihkan al-Albani)

Dalam riwayat Nasa’i dari Abdurrahman bin Abza radhiyallahu ‘anhu, terdapat tambahan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَكَانَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ: «سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ» ثَلَاثًا، وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالثَّالِثَةِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir dengan membaca surat Al-A’la (rakaat pertama), surat Al-Kafirun (rakaat kedua), dan surat Al-ikhlas (rakaat ketiga). Setelah salam, beliau membaca: subhaanal malikil qudduus, 3 kali. Beliau keraskan yang ketiga.
📚(HR. Nasa’i 1732 dan dishahihkan al-Albani)

Dalam riwayat yang lain, terdapat tambahan:

… طَوَّلَ فِي الثَّالِثَةِ

“Beliau baca panjang yang ketiga.”
📚(HR. Nasa’i 1734 dan dishahihkan al-Albani)

Tambahan “Rabbil Malaaikati war Ruuh”

Disebutkan dalam riwayat Thabrani adanya tambahan:

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

RABBIL MALAAIKATI WAR-RUUH

Tuhan para malaikat dan ar-Ruh

Dari *Ubay bin Ka’ab* radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

فِي الْأَخِيرَةِ يَقُولُ: رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

Di bagian akhir beliau membaca: RABBIL MALAAIKATI WAR-RUUH.
📚(HR. Ad-Daruquthni 1660. Dalam Fatwa islam (no. 14093) dinyatakan: sanadnya shahih, dan disebutkan Ibnul Qoyim dalam Zadul Ma’ad (1/323)).

▪ *Keterangan:*

Dari beberapa riwayat di atas, dapat kita simpulkan terkait bacaan doa ini:

1. Doa ini dibaca tepat setelah salam shalat witir

2. Doa ini dibaca tiga kali

3. Pada bacaan kali ketiga, dikeraskan dan dipanjangkan “Subhaaanal malikil qudduuuuu … ss”.

4. Disambung dengan membaca “Rabbil malaaikati war ruuh…”

Kalimat: “Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuh”

Kalimat termasuk salah satu doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika rukuk atau sujud.

*Aisyah* radhiyallahu ‘anha mengatakan:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقول في ركوعه وسجوده: سبوح قدوس، رب الملائكة والروح

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa ketika rukuk dan sujud beliau: Subbuuhun qudduusun…dst.
📚(HR. Muslim 487).

Mengingat lafadz Subbuuhun qudduusun adalah doa sujud atau rukuk ketika shalat, sehingga tambahan ini tidak ada hubungannya dengan shalat witir. Karena tidak perlu dibaca seusai witir.

Allahu a’lam

2⃣ *Doa Kedua*

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ ، كَمَ ا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ

ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHAA-KA MIN SAKHATIK, WA BI MU’AAFATIKA MIN ‘UQUUBATIK, WA A-‘UUDZU BIKA MIN-KA, LAA UH-SHII TSA-NAA-AN ‘ALAIKA ANTA, KAMAA ATS-NAITA ‘ALAA NAFSIK

“Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

*Hadis selengkapnya:*

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي وِتْرِهِ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ،…

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di penghujung shalat witirnya, beliau membaca: ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHAA-KA MIN SAKHATIK…
📚(HR. An-Nasa’i 1747, Abu Daud 1427, dan Turmudzi 3566; dinilai shahih oleh al-Albani)

*Kapankah doa ini dibaca?*

Pada hadis di atas tidak dijelaskan kapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa tersebut ketika shalat witir.
Dalam catatan untuk Sunan An-Nasa’i, *As-Sindi* mengatakan:

قوله: ” كان يقول في آخر وتره”: يحتمل أنه كان يقول في آخر القيام ، فصار هو من القنوت ؛ كما هو مقتضى كلام المصنف، ويحتمل أنه كان يقول في قعود التشهد ، وهو ظاهر اللفظ

Keterangan beliau “di penghujung shalat witirnya, beliau membaca…” mungkin maknanya adalah beliau baca di akhir tahajud, sehingga itu termasuk doa qunut, sebagaimana isyarat keterangan An-Nasa’i, mungkin juga dimaknai bahwa doa ini dibaca ketika duduk tasyahud akhir, dan ini makna yang tersirat dari hadis tersebut.
📚(Dinukil dari Bughyatul Mutathawi’, hlm. 30).

Akan tetapi disebutkan dalam kitab Amalul Yaum wa Lailah karya an-Nasai, demikian pula ibnu Sunni, bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

بت عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات ليلة ، فكنت أسمعه إذا فرغ من صلاته وتبوأ مضجعه يقول : اللهم إني أعوذ بمعافاتك من عقوبتك …

Saya menginap di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di suatu malam. Ketika beliau usai shalat dan bersiap di tempat tidurnya, beliau membaca: ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI MU’AAFATIKA MIN ‘UQUUBATIK, … dst.
📚(Muntaqa Amalul Yaum wa Lailah An-Nasai, Hal. 25).

Diantara kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau kembali ke tempat tidur seusai melaksanakan shalat tahajud. Sambil mempersiapkan tempat tidurnya, beliau membaca doa tersebut.

Sementara itu, disebutkan dalam riwayat yang lain, dari *Aisyah* radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan:

فَقَدْتُ رَسُولَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَانْتَهَيْتُ إِلَيْهِ وَهُوَ سَاجِدٌ وَقَدَمَاهُ مَنْصُوبَتَانِ وَهُوَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ،

Saya kehilangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di suatu malam, ternyata aku dapati beliau dalam keadaan sedang sujud, dan dua kaki beliau dipancangkan , sementara beliau membaca: ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHAA-KA MIN SAKHATIK…
📚(HR. Ahmad 25655, An-Nasa’i 1100, Ibn Majah 3841, Ibnu Hibban dalam shahihnya 1932, Ibn Khuzaimah dalam shahihnya 655, dan dishahihkan al-Albani)

▶️ *Kesimpulan:*

Berdasarkan dua riwayat ini, dapat kita simpulkan bahwa *ada dua tempat* untuk membaca doa ini ketika *witir atau tahajud:*

a. Setelah shalat witir
b. Ketika sujud dalam shalat

Allahu a’lam

*konsultasisyariah.com*

📝 Oleh Ustadz Ammi Nur Baits

📢 *Republished By:*
🌐 📝📢📌AL-ILMU

🔊 [ 📖 ] BBG Al-Ilmu

➡️📌Silakan Link Joint Channel Telegram AL-ILMU
https://t.me/bbgalilmu
BBG Al-ilmu
Menebar cahaya sunnah
https://telegram.me/alilmu

📬WhatsApp Group khusus *Ikhwan*
https://chat.whatsapp.com/D54rG1ONhP30AmMl07WyZp

📬WhatsApp Group khusus *Akhwat*
Silakan daftar Melalui email pendaftaran alilmu.blackberry@gmail.com

📱 Info Kajian Rutin,
https://www.facebook.com/JadwalKajianSunnah/

💻 Website AL-Ilmu : http://bbg-alilmu.com

🌴🌹🌷🌻🌷🌹🌴

dari Group WA MAJELIS ILMU
el kanzu
Nangkas - Jogorogo - Ngawi.
28 Jumadin Awwal 1439 H / 14 Februari 2018

Recent Post