ISLAM itu indah-----ISLAM itu sempurna dan ISLAM itu rahmatan lil 'alamin-----JANGAN Hanya menilai ISLAM dari pengikut / umatnya...!-----tapi Nilai lah ISLAM dari ajarannya...!-----Pelajarilah...!-----Jika Tidak Tahu Bertanyalah Pada Ahlinya-----maka anda akan mengetahui betapa menakjubkanya Islam bagi kehidupan manusia

(Ibnul Qoyyim rahimahullah[Ad-Daa' wa ad-Dawaa' 94])

“”

IMAM SYAFI'I MENUTURKAN :

Siapa yang tulus menjalin persaudaraan dengan sahabatnya maka ia akan menerima kesalahan-kesalahannya,, mengisi kekuranagnnya dan memaafkan ketregelincirannya".

RASULULLAH Shalallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia". (HR. Muslim)

RASULULLAH shlallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Seorang Muslim Adalah Bersaudara, Janganlah Mendzolimi, Merendahkan Dan Janganlah Mengejeknya. (HR. Muslim)

RASULULLAH shlallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memudahkannya baik di dunia maupun di akherat". (HR. Muslim)

Imam Syafi'i pernah berkata :

"Aku berangan-angan agar orang-orang mempelajari ilmuku ini dan mereka tidak menisbahkan sedikitpun ilmuku kepadaku selamanya, lalu akupun diberi ganjaran karenanya dan mereka tidak memujiku" (Al-Bidaayah wa An-Nihaayah 10/276)

Ibnul Qayyim (Al Fawaid 1/147)

el kanzu

Kamis, 18 Desember 2014

Jangan Gila Pujian

✏Jangan Suka Di Puji Tapi Jika Anda Di Puji Berdoalah Dg Doa ini 👇

Kita perlu hati-hati ketika dipuji orang karena pujian ini bisa membuat diri kita semakin ujub dan sombong.

🔦Oleh karenanya, sahabat yang mulia Abu Bakr Ash Shiddiq, yang terbaik setelah Rasul kita - shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun berdo’a pada Allah agar dirinya lebih baik dari pujian tersebut.

🔑Ia pun meminta pada Allah agar tidak disiksa karena sebab pujian tersebut.

🚪 Karena Allah lebih tahu isi hati kita, juga diri kita lebih tahu lemahnya diri kita dibanding orang lain.
Jadi jangan terlalu merasa takjub dengan sanjungan orang apalagi diucapkan di hadapan kita.

💡Yang Diucap Oleh Abu Bakr Ketika dipuji, Abu Bakr berdo’a,

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﻣِﻨِّﻰ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻰ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻰ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺟْﻌَﻠْﻨِﻰ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﻳَﻈُﻨُّﻮْﻥَ ﻭَﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻰ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮْﻥَ ﻭَﻻَ ﺗُﺆَﺍﺧِﺬْﻧِﻰ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻘُﻮْﻟُﻮْﻥَ

Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh  firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy  bimaa yaquuluun.
Artinya :
[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka]

📃( Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876.
📜Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)

📕Sebagaimana disebutkan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman , Al Auza’i mengatakan bahwa ketika seseorang dipuji oleh orang lain di hadapan wajahnya, maka hendaklah ia mengucapkan do’a di atas.

📗Disebutkan pula oleh sebagian salaf bahwa jika seseorang dipuji di hadapannya, maka hendaklah ia bertaubat darinya dengan mengucapkan do’a yang serupa.

📔Hal ini disebutkan pula oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman.

📓Disebutkan pula dalam Adabul Mufrod karya Imam Al Bukhari mengenai hadits di atas ketika beliau sebutkan dalam Bab “Apa yang disebutkan oleh seseorang ketika ia disanjung.”

📙Begitu pula disebutkan dalam kitab Hilyatul Awliya’ karya Abu Na’im Al Asbahaniy bahwa ketika seseorang dipuji di hadapannya,
hendaklah ia mengingkari, marah dan tidak menyukainya, ditambah membaca do’a di atas.

🌹Ringkasnya, do’a di atas telah menjadi amalan para salaf sebagai suri tauladan yang baik bagi kita dalam beramal.

Hati-Hati dengan Rusaknya Amal

🌺Hal di atas bukan hanya dilakukan oleh Abu Bakr, namun para salaf secara umum. Mereka tidak suka akan pujian. Karena mereka khawatir amalan mereka jadi terhapus karena
selalu mengharap pujian.

🌸Dalam hadits qudsi disebutkan,

ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃَﻧَﺎ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﺍﻟﺸُّﺮَﻛَﺎﺀِ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙِ ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﻋَﻤَﻼً ﺃَﺷْﺮَﻙَ ﻓِﻴﻪِ ﻣَﻌِﻰ ﻏَﻴْﺮِﻯ ﺗَﺮَﻛْﺘُﻪُ ﻭَﺷِﺮْﻛَﻪُ
Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman: Aku sama sekali tidak butuh pada sekutu dalam perbuatan syirik. Barangsiapa yang menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku akan meninggalkannya (artinya: tidak menerima amalannya, pen) dan perbuatan syiriknya”
(HR. Muslim no. 2985).

🌻Imam Nawawi rahimahullah menuturkan, “Amalan  seseorang yang berbuat riya’ (tidak ikhlas), itu adalah amalan batil yang tidak berpahala apa-apa, bahkan ia akan mendapatkan dosa”
( Syarh Shahih Muslim, 18: 115).

🍀Hati-hati pula dengan sifat ujub, yaitu takjub pada diri sendiri. Dalam hadits yang ma’ruf disebutkan,

ﺛَﻠَﺎﺙٌ ﻣُﻬْﻠِﻜَﺎﺕٌ : ﺷُﺢٌّ ﻣُﻄَﺎﻉٌ ﻭَﻫَﻮًﻯ ﻣُﺘَّﺒَﻊٌ ﻭَﺇِﻋْﺠَﺎﺏُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻪِ
Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan:
(1) tamak lagi kikir,
(2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri
sendiri). ”
(HR. Abdur Rozaq 11: 304. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3039).
Ujub juga tidak merealisasikan ‘iyyaka nasta’in’ (Hanya kepada Allah kita mohon pertolongan). Karena ia merasa dirinya-lah yang berbuat. Ditambah ujub pun dapat merusak amalan
kebaikan.

Sebagian ulama salaf, di antaranya Sa’id bin Jubair berkata,

ﺇﻥَّ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﻟَﻴَﻌْﻤَﻞُ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔَ ﻓَﻴَﺪْﺧُﻞُ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﻟَﻴَﻌْﻤَﻞُ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔَ ﻓَﻴَﺪْﺧُﻞُ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻳَﻌْﻤَﻞُ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔَ ﻓَﻴُﻌْﺠَﺐُ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻳَﻔْﺘَﺨِﺮُ ﺑِﻬَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﺗُﺪْﺧِﻠَﻪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭَﻳَﻌْﻤَﻞُ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔَ ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺰَﺍﻝُ ﺧَﻮْﻓُﻪُ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﺗَﻮْﺑَﺘُﻪُ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﺗُﺪْﺧِﻠَﻪُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔ
َ
“Sesungguhnya ada seorang hamba yang beramal kebaikan malah ia masuk neraka. Sebaliknya ada pula yang beramal kejelekan malah ia masuk surga. Yang beramal kebaikan tersebut, ia malah merasa ujub (bangga dengan amalnya), lantas ia pun berbangga diri, itulah yang mengakibatkan ia masuk neraka.
Ada pula yang beramal kejelekan, namun ia senantiasa takut dan ia iringi dengan taubat, itulah yang membuatnya masuk surga .
” ( Majmu’ Al Fatawa , 10: 294)

😭Ya Allah, bersihkanlah diri kami dari sifat tidak ikhlas dan merasa takjub pada diri sendiri. Jadikanlah kami lebih baik daripada yang mereka nilai dan janganlah siksa kami karena pujian mereka.
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah .


@ Bandara Soekarno Hatta-Jakarta, 23
Rabi’ul Akhir 1434 H
www.rumaysho.com

Bagaimana biar gak su,udzon ?

�� BILA PRASANGKA BURUK MENGHINGGAPI HATI ANDA…

Ibnu Qudamah -rohimahulloh- mengatakan:

“Jika terbetik di hatimu prasangka buruk terhadap seorang muslim, maka hendaklah kamu memberikan PERHATIAN yang lebih kepadanya dan juga MENDOAKAN kebaikan untuknya.

Karena hal itu akan menjadikan setan marah dan menjauh dari Anda, sehingga dia tidak melemparkan kepada Anda prasangka buruk, karena khawatir Anda malah akan sibuk mendoakan kebaikan untuknya dan lebih memperhatikannya.”

[Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Ibnu Qudamah, hal: 172].

——–

Saudaraku, sibuklah memperbaiki diri sendiri…

Suatu ketika ada seseorang disebut keburukannya di depan Robi’ bin Khutsaim -rohimahulloh-, maka beliau pun mengatakan:

“Aku saja tidak puas dengan diriku, maka mengapa aku meninggalkannya, lalu mencela orang lain?!

Sungguh para hamba itu takut kepada Allah atas dosa-dosa orang lain, tapi mereka merasa aman dari Allah atas dosa-dosa mereka sendiri!.”
[Syu’abul Iman, Albaihaqi, 10/57].

✏Oleh Ust. Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
�� www.madinatulquran.or.id

######

Rabu, 17 Desember 2014

Bagaimana Agar Anak Rajin Shalat ?

گيف تجعل أبنائك يصلون
     من أنفسھم ☝
بدون خصام أو تذكير

�� Bagaimana
Membuat Anak2  Anda Sholat dengan  Kesadaran Mereka Sendiri Tanpa Berdebat  dan Tanpa Perlu Diingatkan? ��

أولادك لا يصلون أو أتعبوك من أجل أن يصلوا ؟
تعالوا لتروا كيف تغيرونهم بإذن الله تعالى

Anak2 anda tidak mau sholat? atau mereka sampai membuat anda capek saat mengingatkan untuk sholat?  
Mari qt lihat bagaimana qt bisa merubah ini semua ~ biidznillah

عن إحدى الأخوات :
تقول اقول لكم قصة وقعت معي انا

Seorang sahabat berkisah: "Aku akan menceritakan satu kisah yg terjadi padaku"

كانت بنتي بالخامس ابتدائي

Saat itu,  anak perempuanku duduk di kelas 5 SD

و الصلاة ثقيلة عليها.. لدرجة اني قلت لها يوما قومي صلي وراقبتها
فوجدتها أخذت السجادة ورمتها على الأرض وجاءتني
سألتها هل صليت قالت نعم.. صدقوني بدون شعور صفعت وجھا
أعرف أني أخطأت.. ولكن الموقف ضايقني وبكيت وخاصمتها ولمتها وخوفتها من الله
ولم ينفع معها كل هذا الكلام ..

Sholat baginya adalah hal yg sangat berat...sampai2 suatu hari aku berkata kepadanya: "Bangun!! Sholat!!", dan aku mengawasinya..
Aku melihatnya mengambil sajadah,  kemudian melemparkannya ke lantai...Kemudian ia mendatangiku...
Aku bertanya kepadanya: "Apakah kamu sudah sholat?"
Ia menjawab: " Sudah"
Kemudian aku MENAMPARNYA 
Aku tahu aku salah  Tetapi kondisinya mmg benar2 sulit...
Aku menangis..
Aku benar2 marah padanya,  aku rendahkan dia dan aku menakut2inya akan siksa Allah...
Tapi....ternyata semua kata2ku itu tidak ada manfaatnya...

لكن في يوم من الأيام ... قالت لي إحدى الصديقات قصة.. منقولة ..وهي :

Suatu hari,  seorang sahabatku bercerita suatu kisah...

انها زارت قريبة لها عادية (ليست كثيرة التدين)، لكن عندما حضرت الصلاة
قام أولادها يصلون بدون أن تناديهم

Suatu ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya (seorang yg biasa2 saja dari segi agama) , tapi ketika datang waktu sholat,  semua anak2nya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah....

تقول .. قلت لها : كيف يصلي أولادك من أنفسهم بدون خصام وتذكير ؟ !!!

Ia berkata: Aku berkata padanya "Bagaimana anak2mu bisa sholat dg kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan?

قالت والله ليس عندي شي اقوله لك الا اني قبل أن أتزوج ادعو الله بهذا الدعاء وإلى يومنا هذا ادعو به

Ia menjawab: Demi Allah,  aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO'A ini...dan sampai saat ini pun aku masih tetap bedo'a dg DO'A tersebut

انا بعد نصيحتها هذه لزمت هذا الدعاء .. في سجودي وقبل التسليم وفي الوتر .. وفي
كل اوقات الاجابه

Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dg do'a ini..
Dalam sujudku...
Saat sebelum salam...
Ketika witir...
Dan disetiap waktu2 mustajab...

والله يا اخواتي.. ان بنتي هذه الآن بالثانوي.. من اول مابدأت الدعاء وهي
التي توقظنا للصلاة وتذكرنا بها
واخوانها كلهم ولله الحمد حريصون على الصلاة !!

Demi Allah wahai saudara2ku...
Anakku  saat ini telah duduk dibangku SMA..
Sejak aku memulai berdoa dg doa itu, anakku lah yg rajin membangunkan kami dan mengingatkan kami untuk sholat...
Dan adik2nya, Alhamdulillah..mereka semua selalu menjaga sholat!!!

حتى امي زارتني ونامت عندي ولفت انتباهها ان بنتي تستيقظ وتدور علينا توقظنا
للصلاة !!

Sampai2...saat ibuku berkunjung dan menginap dirumah kami, ia tercengang  melihat anak perempuanku bangun pagi,  kemudian membangunkan kami satu persatu untuk sholat...

أعرف .. أنكم الآن متشوقون لتعرفوا هذا الدعاء ..
الدعاء موجود في سورة ابراهيم

Aku tahu anda semua penasaran ingin mengetahui doa apakah itu?
Yaaa..doa ini ada di QS. ibrahim...
والدعاء هو ...❕
( رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ
وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء )
(إبراهيم ، 40)

Doa ini adalah...
"Ya Robbku,  jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan sholat... Ya Robb kami,  perkenankanlah doaku"

فالدعاء الدعاء الدعاء
وكما تعلمون الدعاء سلاح المؤمن

Yaa...Doa...Doa...dan Doa...
Sebagaimana anda semua tahu bahwa doa adalah senjata seorang mukmin 

إرسلوها للكل حتى تعم الفائدة

 Kirimkan tulisan ini agar lebih banyak orang yg mengambil manfaat...



إذا أعجبك الموضوع فلا ت قل شكـراً قل :(رحم الله من نقلها لي ونقلها عني وجعلها بميزان حسناتكم

Jika anda terkesan dg tulisan ini,  jangan katakan Syukron...
Tapi katakan: "Semoga Allah merahmati orang yang bersedia men-share (tulisan ini), kemudian menjadikannya pemberat bagi timbangan kebaikannya"

اقرأ هذا الدعاء لأبنائك و سيبقون بحفظ الله .... ورعايته

Baca selalu doa ini untuk anak2mu,  biidznillah mereka akan selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan Allah

��������

Ilmu Bagi Imam Asy Syafi'i

Nasehat Emas Imam Asy -Syafii
Kamis, 13 November 2014 , 06: 55: 04
Oleh :
Beliau rahimahullah berkata dalam kitab Diwan Al -Imam
Asy-Syafi ’i ,
.
Aku melihat pemilik ilmu hidupnya mulia walau ia dilahirkan
dari orangtua terhina.
Ia terus menerus-menerus terangkat hingga pada derajat
tinggi dan mulia .
Umat manusia mengikutinya dalam setiap keadaan laksana
pengembala kambing ke sana-sini diikuti hewan piaraan.
Jikalau tanpa ilmu umat manusia tidak akan merasa
bahagia dan tidak mengenal halal dan haram .
.
Diantara keutamaan ilmu kepada penuntutnya adalah
semua umat manusia dijadikan sebagai pelayannya .
Wajib menjaga ilmu laksana orang menjaga harga diri dan
kehormatannya .
Siapa yang mengemban ilmu kemudian ia titipkan kepada
orang yang bukan ahlinya karena kebodohannya maka ia
akan mendzoliminya.
.
Wahai saudaraku,
ilmu tidak akan diraih kecuali dengan enam syarat dan akan
aku ceritakan perinciannya di bawah ini :
Cerdik, perhatian tinggi , sungguh -sungguh, bekal , dengan
bimbingan guru dan panjangnya masa .
Setiap ilmu selain Al -Qur ’an melalaikan diri kecuali ilmu
hadits dan fikih dalam beragama.
Ilmu adalah yang berdasarkan riwayat dan sanad maka
selain itu hanya was -was setan .
.
Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru.
Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena
memusuhinya .
Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau
sebentar ,
Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
Dan barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya ,
Maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya .
Demi Allah hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu
dan takwa .
Bila keduanya tidak ada maka tidak ada anggapan baginya .
.
Ilmu adalah tanaman kebanggaan maka hendaklah Anda
bangga dengannya. Dan berhati -hatilah bila kebanggaan itu
terlewatkan darimu .
.
Ketahuilah ilmu tidak akan didapat oleh orang yang
pikirannya tercurah pada makanan dan pakaian .
Pengagum ilmu akan selalu berusaha baik dalam keadaan
telanjang dan berpakaian .
Jadikanlah bagi dirimu bagian yang cukup dan tinggalkan
nikmatnya tidur.
Mungkin suatu hari kamu hadir di suatu majelis menjadi
tokoh besar di tempat majelis itu.
***
Disadur dari kitab Kaifa Turabbi Waladan Shalihan ( Terj .
Begini Seharusnya Mendidik Anak ) , Al -Maghrbi bin As -Said
Al -Maghribi , Darul Haq .
Artikel Muslimah .or . id

TUJUAN ILMU

Abu Qilabah pernah berkata kepada Ayyub As Sakhtiyani:

��"Apabila kamu mendapat ilmu, maka timbulkanlah ibadah padanya. Jangan sampai keinginanmu hanya untuk menyampaikan kepada manusia."
(Al Adab Asy Syar'iyyah 2/45)

��Sebuah pelajaran berharga..
Tujuan ilmu bukan hanya untuk disampaikan saja..
Namun yang terpenting adalah untuk diamalkan..

Di jejaring jejaring sosial..
Di BBM,Twitt, FB,WA dan media lainnya..
Kita berlomba2 menyampaikan ilmu..
Baik dengan copas ataupun cara lainnya..

Namun kita sering lupa..
Untuk meraih tujuan ilmu..
Sehingga rasa ujub sering menghinggapi hati..
Merasa senang bila yang berkomentar banyak..
Merasa sedih ketika tidak ada yang komen..
Padahal bukan itu tujuan ilmu..

Tapi tujuan ilmu adalah untuk menambah rasa takut kepada Allah..
Dan menambah keikhlasan..��


Penulis: Ust. Abu Yahya Badru Salam, Lc. حفظه الله تعالى

❤ Kemurahan Allah

Kamis, 11 Shafar 1436 H
                4 Desember 2014 M
 
Dari Ibnu Abbas, dari Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkannya dari Rabnya Yang Mahasuci  dan Mahatinggi, bahwa beliau bersabda,

 
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ سَيِّئَةً وَاحِدَة

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebajikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal itu. Barangsiapa berniat melakukan suatu kebajikan dan ia belum melakukannya, maka Allah mencatatnya di sisiNya satu kebajikan penuh. Jika ia berniat melakukan kebajikan lalu melakukannya, maka Allah mencatatnya di sisiNya 10 kebajikan hingga 700 kali lipat, bahkan hingga berkali-kali lipat banyaknya. Dan jik ia berniat melakukan keburukan dan tidak melakukannya, maka Allah mencatatnya di sisiNya satu kebajikan penuh. Dan jika ia berniat melakukan keburukan lalu mengerjakannya, maka Allah mencatatnya satu keburukan.”

(HR. al-Bukhori, no.6491 dan Muslim, no. 131)

�� Kandungan Hadits :

�� Allah menetapkan balasan untuk kebajikan dan keburukan. Ini merupakan kesempurnaan keadilanNya dan kemahabijakanNya terhadap berbagai urusan.

�� Rahmat Allah mendahului murkaNya, di mana Dia membalas satu kebajikan dengan sepuluh kali lipatnya hingga 700 kali lipat, bahkan hingga berkali-kali lipatnya. Adapun keburukan dibalas dengan satu keburukan.

�� Perbedaan antara niat melakukan kebajikan dan niat melakukan keburukan. Jika seseorang berniat melakukan kebajikan dan belum melakukannya, maka Allah mencatatnya di sisiNya sebagai satu kebajikan penuh. Ini termasuk bila ia meninggalkannya karena selain uzur, maka pahala dituliskan untuknya dengan sempurna, yaitu pahala niat. Jika biasanya ia melakukannya, tetapi ia meninggalkannya karena suatu uzur, maka dicatat baginya pahala dengan sempurna, pahala niat dan amal; berdasarkan hadits,
 
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

 
“Bila seorang hamba sakit atau bepergian, maka dicatat untuknya apa yang biasa ia lakukan dalam keadaan bermukim lagi sehat.” (HR. al-Bukhari, No. 2996)
 
Adapun keburukan, maka orang yang berniat melakukannya, apabila ia meninggalkannya karena Allah azza wajalla maka Allah mencatatnya di sisiNya sebagai satu kebaikan penuh. Jika ia meninggalkan keburukan karena tidak membutuhkannya, bukan karena Allah, maka tidak dicatat untuknya (suatu kebajikan) dan tidak pula dicatat atasnya (satu keburukan).

Sementara jika ia meninggalkan karena tidak mampu melakukannya, maka dicatat untuknya dosa pelaku niat keburukan ; kecuali jika ia telah mengusahakannya, tetapi tidak mampu setelah berusaha, maka dicatat untuknya dosa keburukan dengan sempurna, berdasarkan sabda Nabi,

“Jika seorang Muslim berhadapan dengan menghunus pedang masing-masing, maka yang membunuh dan yang terbunuh masuk Neraka. Para sahabat bertanya, “ Wahai Rasulullah, orang yang membunuh ini (bisa kami pahami bila masuk Neraka), lalu mengapa orang yang terbunuh (masuk Neraka juga)? Beliau bersabda, “Karena ia sangat berkeinginan untuk membunuh kawannya. (HR. al-Bukhori, no. 31 dan Muslim, no. 2888)
 
(Ad-Durrah as-Salafiyyah Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah, Markaz Fajr, Cairo-Mesir)  
    
______________________
Disebarluaskan oleh :
♻  WhatsApp@DakwahAlSofwa
��  0822-257-257-22

                                    
             ������

Minggu, 02 November 2014

Kumpulan Nasehat Dari Whatsapp 4

 FIQIH SHARE DAN BC

Sahabat fillah…

Berhati-hatilah dalam menyebarkan Informasi melalui BC, FB, WA dll.

Apalagi bila informasi itu tidak kita ketahui asal usulnya dan menyangkut isu agama dan kebangsaan. Jangan sampai kita terjerumus pada dusta dan persaksian palsu.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ

“Dan jauhilah ucapan dusta.” (QS. Al-Hajj: 30)

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

“Dan janganlah kamu mengatakan pada sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya. Karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra`: 36)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ قَالَ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ

“Inginkah kalian kuberitahukan mengenai dosa besar yang paling besar?” Beliau menyatakannya tiga kali. Mereka mnjawab, “Mau, wahai Rasulullah”. Maka beliau bersabda, “Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orangtua”. Lalu beliau duduk padahal sebelumnya dalam keadaan bersandar, kemudian melanjutkan sabdanya: “Ketahuilah, juga ucapan dusta.” Dia (Abu Bakrah) berkata, “Beliau terus saja mengatakannya berulang-ulang hingga kami mengatakan, “Sekiranya beliau diam.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Perhatikan hadits di atas. Rasulullah menjadikan persaksian palsu merupakan dosa besar bahkan merupakan dosa besar yang ketiga setelah kesyirikan dan durhaka kepada kedua orang tua

Ketahuilah…

Apa yang kita tulis akan kita pertanggung jawabkan, jadi tulislah yang baik-baik saja.

Apa yang kita bicarakan akan kita pertanggung jawabkan, maka bicaralah yang baik2 saja.

Allah azza wa jalla berfirman yang artinya:

“…..Sesungguhnya Pendengaran, Penglihatan, dan Hati, semua itu akan diminta pertanggungjawaban.”
( QS Al-Isra : 36 )

Iya, apa yang kita dengar, kita lihat, kita persaksikan, dan yang kita sebarkan melalui media apa saja semua pasti akan kita dimintai pertanggungjawabannya. Maka persiapkan jawaban yang baik bila nanti Allah menanyakan tentang semua itu.

Sebelum menyebar berita perhatikan adab-adab berikut ini.

1. Periksa terlebih dahulu kevalidan berita tersebut

2. Bila bc itu berisi pesan agama, maka pastikan kesohihihan isi bc tersebut baik dari sisi materi, dalil dan sisi pendalilannya. Bertanyalah pada orang yang berilmu.

3. Bila anda hanya menukil berita, maka beri keterangan sumber berita tersebut.

4. Bila terlanjur salah dalam menyampaikan berita maka segeralah meluruskan berita tersebut dan tak perlu malu, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah.

5. Tidak semua yang kita dengar lantas kita sebarkan.

✏Oleh Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى
------------------------

Kumpulan Nasehat Dari Whatsapp 3

Kisah Cinta Mereka Berakhir di Negeri Wahabi, Di Musim Haji..

Meninggal dunia di negeri yang menerapkan Syari'at Islam, dan disholatkan oleh orang-orang yang memurnikan tauhid merupakan keistimewaan tersendiri bagi sebagian jamaah haji. Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

 مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ َيمُوْتُ فَيَقُوْمُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُوْنَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُوْنَ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللهُ فَيْهِ

“Tidaklah ada seorang muslim meninggal dunia lalu ada empat puluh orang yang tidak mempersekutukan sesuatu dengan Allah menyolatkan jenazahnya melainkan Allah akan memberikan syafaat kepadanya melalui mereka”. 

[HR Muslim: 948, Abu Dawud: 3170, Ahmad: I/ 277-278 dan al-Baihaqiy. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih].

Semoga sepasang kekasih ini termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat seperti hadits di atas.

Mereka berdua adalah pasangan suami-istri, jama'ah haji asal Magelang yang memulai membangun cita-cita untuk pergi haji dengan menabung sejak lama dari hasil panen padi. Salah satu dari mereka bertutur bahwa semenjak zaman pak SBY, harga gabah naik sehingga sangat membantu pelunasan biaya haji. Makanya mereka sangat berterima kasih kepada bapak mantan presiden kita itu. Meskipun sebetulnya mereka mendapat jatah haji pada tahun 2020-an sekian, akan tetapi karena sudah cukup sepuh (Mbah Syakroni sekitar 90an tahun lebih, dan istrinya 80 tahun lebih), maka dimajukan menjadi musim haji tahun ini (1435 H / 2014 M).

Ketika di Asrama Haji Donohudan Solo, sebenarnya mbah Syakroni sudah dalam keadaan sakit dan kurang memungkinkan untuk diberangkatkan ke tanah suci. Namun beliau akhirnya tetap berangkat setelah tertunda beberapa hari untuk beristirahat. Singkat cerita, setelah menjalankan serangkaian manasik haji, ketika di Mina yang mana merupakan bagian akhir dari rangkaian ibadah haji, mbah Syakroni akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir, rahimahullah. Info yang kami dapatkan, jenazahnya dishalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Makkah.

Mbah Istiqamah pun mengatakan sudah remen (rela, ikhlas) kalau suaminya diwafatkan di tanah haram yang mulia ini. Menurut pengakuan dokter yang menangani Mbah Syakroni, beliau memang bukan tipe orang yang suka mengeluh dengan penyakitnya.

Pada suatu sore di maktab (hotel), mbak Imronah, paramedis kloter 66 melayani para jamaah yang mengalami keluhan kesehatan. Percaya atau tidak, datang seseorang yang cukup sepuh yang wajahnya persis mbah Syakroni membawa buku kesehatan jamaah (buku hijau) atas nama Syakroni. Meskipun heran, mbak Imronah tetap mencatat keluhan pasien, dan diberi obat, tak lupa diisikan di daftar pengunjung, nama pasien dan nomor paspor, yang belakangan setelah dicek ternyata berbeda dengan nomor paspor mbah Syakroni, tapi juga tidak terdaftar di SISKOHAT (Sistem Informasi Haji), sehingga tidak diketahui siapa sebenarnya pemilik nomor paspor itu.

Malam harinya di kamar mbah Istiqamah, beliau berkali-kali bangun. Namun setiap bangun beliau berdzikir dan menghafal surat-surat dalam Al Quran. Sampai menjelang subuh barulah beliau tidur. Sedangkan jamaah ibu-ibu lainnya yang satu kamar dengan beliau semua ke Masjidil Haram untuk shalat. Sepulang dari shalat, mbah Istiqamah terlihat tertidur di lantai dengan menghadap kiblat. Tadinya tidak mau dibangunkan, tapi pada akhirnya mereka mencoba membangunkan namun ternyata beliau telah wafat, rahimahallah. Jenazah beliau pun dimandikan, dan dishalatkan di Masjidil Haram.

Begitulah kisah indah suami istri yang sehidup semati. Naik haji bersama, dan meninggal dalam waktu yang hampir bersamaan dalam keadaan yang insya Allah husnul khatimah, aamiin.
_______________
Madinah, 08 Muharrom 1436 H

Ket. Kisah nyata ini diceritakan oleh sahabat kami, salah satu jamaah asal megelang yang satu kloter dengan mbah syakroni dan mbah istiqomah.

Dinukil: http://ibnuhilmy.blogspot.com/2014/10/di-negeri-tauhid-ku-hembuskan-nafas.html?m=1

Kumpulan Nasehat Dari Whatsapp 2

Bulan Muharram Dan Puasa Muharram
Asyura, bulan suro, Muharram, puasa Asyura, tahun baru hijriyah

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Bulan ini disebut oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Tentunya, bulan ini memilki keutamaan yang sangat besar.

Di zaman dahulu sebelum datangnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bulan ini bukanlah dinamakan bulan Al-Muharram, tetapi dinamakan bulan Shafar Al-Awwal, sedangkan bulan Shafar dinamakan Shafar Ats-Tsani. Setelah datangnya Islam kemudian Bulan ini dinamakan Al-Muharram.

Al-Muharram di dalam bahasa Arab artinya adalah waktu yang diharamkan. Untuk apa? Untuk menzalimi diri-diri kita dan berbuat dosa. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu” (QS At-Taubah: 36)

Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: َ

“Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah dan Al-Muharram, serta RajabMudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban. “

Pada ayat di atas Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di dalamnya”, karena berbuat dosa pada bulan-bulan haram ini lebih berbahaya daripada di bulan-bulan lainnya. Qatadah rahimahullah pernah berkata:
“Sesungguhnya berbuat kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada berbuat kezaliman di selain bulan-bulan tersebut. Meskipun berbuat zalim pada setiap keadaan bernilai besar, tetapi Allah membesarkan segala urusannya sesuai apa yang dikehendaki-Nya.”

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata:
“…Kemudian Allah menjadikannya bulan-bulan haram, membesarkan hal-hal yang diharamkan di dalamnya dan menjadikan perbuatan dosa di dalamnya lebih besar dan menjadikan amalan soleh dan pahala juga lebih besar.”

Haramkah berperang di bulan-bulan haram? Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Jumhur ulama memandang bahwa larangan berperang pada bulan-bulan ini telah di-naskh (dihapuskan), karena0 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka Bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka.” (QS At-Taubah: 5)

Sebagian ulama mengatakan bahwa larangan berperang pada bulan-bulan tersebut, tidak dihapuskan dan sampai sekarang masih berlaku. Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa tidak boleh memulai peperangan pada bulan-bulan ini, tetapi jika perang tersebut dimulai sebelum bulan-bulan haram dan masih berlangsung pada bulan-bulan haram, maka hal tersebut diperbolehkan.

Pendapat yang tampaknya lebih kuat adalah pendapat jumhur ulama. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerangi penduduk Thaif pada bulan Dzul-Qa’dah pada peperangan Hunain.

Keutamaan Berpuasa di Bulan Muharram Hadits di atas menunjukkan disunnahkannya berpuasa selama sebulan penuh di bulan Muharram atau sebagian besar bulan Muharram. Jika demikian, mengapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berpuasa sebanyak puasa beliau di bulan Sya’ban? Para ulama memberikan penjelasan, bahwa kemungkinan besar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengetahui keutamaan bulan Muharram tersebut kecuali di akhir umurnya atau karena pada saat itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki banyak udzur seperti: safar, sakit atau yang lainnya.

Keutamaan Berpuasa di Hari ‘Asyura (10 Muharram) Di bulan Muharram, berpuasa ‘Asyura tanggal 10 Muharram sangat ditekankan, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“… Dan puasa di hari ‘Asyura’ saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa)
setahun yang lalu.”

Ternyata puasa ‘Asyura’ adalah puasa yang telah dikenal oleh orang-orang Quraisy sebelum datangnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka juga berpuasa pada hari tersebut. ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata:

“Dulu hari ‘Asyura, orang-orang Quraisy mempuasainya di masa Jahiliyah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mempuasainya. Ketika beliau pindah ke Madinah, beliau mempuasainya dan menyuruh orang-orang untuk berpuasa. Ketika diwajibkan puasa Ramadhan, beliau meninggalkan puasa ‘Asyura’. Barang siapa yang ingin, maka silakan berpuasa. Barang siapa yang tidak ingin, maka silakan meninggalkannya.”

Keutamaan Berpuasa Sehari Sebelumnya Selain berpuasa di hari ‘Asyura disukai untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkeinginan, jika seandainya tahun depan beliau hidup, beliau akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Tetapi ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat pada tahun tersebut.

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya dia berkata, “ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berpuasa di hari ‘Asyura’ dan memerintahkan manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Apabila tahun depan -insya Allah-kita akan berpuasa dengan tanggal 9 (Muharram).’ Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal.”

Banyak ulama mengatakan bahwa disunnahkan juga berpuasa sesudahnya yaitu tanggal 11 Muharram. Di antara mereka ada yang berdalil dengan hadits Ibnu ‘Abbas berikut:

“Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyura’ dan selisihilah orang-orang Yahudi. Berpuasalah sebelumnya atau berpuasalah setelahnya satu hari.”

Akan tetapi hadits ini lemah dari segi sanadnya (jalur periwayatan haditsnya).

Meskipun demikian, bukan berarti jika seseorang ingin berpuasa tanggal 11 Muharram hal tersebut terlarang. Tentu tidak, karena puasa tanggal 11 Muharram termasuk puasa di bulan Muharram dan hal tersebut disunnahkan.

Sebagian ulama juga memberikan alasan, jika berpuasa pada tanggal 11 Muharram dan 9 Muharram, maka hal tersebut dapat menghilangkan keraguan tentang bertepatan atau tidakkah hari ‘Asyura (10 Muharram) yang dia puasai tersebut, karena bisa saja penentuan masuk atau tidaknya bulan Muharram tidak tepat. Apalagi untuk saat sekarang, banyak manusia tergantung dengan ilmu astronomi dalam penentuan awal bulan, kecuali pada bulan Ramadhan, Syawal dan Dzul-Hijjah.

Tingkatan berpuasa ‘Asyura yang disebutkan oleh para ahli qh Para ulama membuat beberapa tingkatan dalam berpuasa di hari ‘Asyura ini, sebagai berikut:

1. Tingkatan pertama: Berpuasa pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
2. Tingkatan kedua: Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
3. Tingkatan ketiga: Berpuasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram.
4. Tingkatan keempat: Berpuasa hanya pada tanggal 10 Muharram.

Sebagian ulama mengatakan makruhnya berpuasa hanya pada tanggal 10 Muharram, karena hal tersebut mendekati penyerupaan dengan orang-orang Yahudi. Yang berpendapat demikian di antaranya adalah: Ibnu ‘Abbas, Imam Ahmad dan sebagian madzhab Abi Hanifah.

Allahu a’lam, pendapat yang kuat tidak mengapa berpuasa hanya pada tanggal 10 Muharram, karena seperti itulah yang dilakukan oleh Rasulullah selama beliau hidup.

Hari ‘Asyura, Hari Bergembira atau Hari Bersedih? Kaum muslimin mengerjakan puasa sunnah pada hari ini. Sedangkan banyak di kalangan manusia, memperingati hari ini dengan kesedihan dan ada juga yang memperingati hari ini dengan bergembira dengan berlapang-lapang dalam menyediakan makanan dan lainnya.

Kedua hal tersebut salah. Orang-orang yang memperingatinya dengan kesedihan, maka orang tersebut laiknya aliran Syi’ah yang memperingati hari wafatnya Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Husain radhiallahu ‘anhu terbunuh di Karbala’ oleh orang-orang yang mengaku mendukungnya. Kemudian orang-orang Syi’ah pun menjadikannya sebagai hari penyesalan dan kesedihan atas meninggalnya Husain.

Di Iran, yaitu pusat penyebaran Syi’ah saat ini, merupakan suatu pemandangan yang wajar, kaum lelaki melukai kepala-kepala dengan pisau mereka hingga mengucurkan darah, begitu pula dengan kaum wanita mereka melukai punggung-punggung mereka dengan benda-benda tajam.

Begitu pula menjadi pemandangan yang wajar mereka menangis dan memukul wajah mereka, sebagai lambang kesedihan mereka atas terbunuhnya Husain radhiallahu ‘anhu.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Bukan termasuk golonganku orang yang menampar-nampar pipinya, merobek-robek baju dan berteriak-teriak seperti teriakan orang-orang di masa Jahiliyah.”

Kalau dipikir, mengapa mereka tidak melakukan hal yang sama di hari meninggalnya ‘Ali bin Abi Thalib, Padahal beliau juga wafat terbunuh?

Di antara manusia juga ada yang memperingatinya dengan bergembira. Mereka sengaja memasak dan menyediakan makanan lebih, memberikan nafkah lebih dan bergembira layaknya ‘idul-fithri.
Mereka berdalil dengan hadits lemah:َ

“Barang siapa yang berlapang-lapang kepada keluarganya di hari ‘Asyura’, maka Allah akan melapangkannya sepanjang tahun tersebut.”

Dan perlu diketahui merayakan hari ‘Asyura’ dengan seperti ini adalah bentuk penyerupaan dengan orang-orang Yahudi. Mereka bergembira pada hari ini dan menjadikannya sebagai hari raya.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang bulan Muharram dan keutamaan berpuasa di dalamnya. Mudahan kita bisa mengawali tahun baru Islam ini dengan ketaatan. Dan Mudahan tulisan ini bermanfaat. Amin.

Daftar Pustaka 1. Ad-Dibaj ‘Ala Muslim. Jalaluddin As-Suyuthi. 2. Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj. Imam An-Nawawi. 3. Fiqhussunnah. Sayyid Sabiq. 4. Risalah fi Ahadits Syahrillah Al-Muharram. ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. http://www.islamlight.net/5. Tuhfatul-Ahwadzi. Muhammad ‘Abdurrahman Al-Mubarakfuri. 6. Buku-buku hadits dan tafsir dalam catatan kaki (footnotes) dan buku-buku lain   sebagian besar sudah dicantumkan di footnotes.

Catatan Kaki 1 Lihat penjelasan As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj ‘ala Muslim tentang hadits di atas.

2 HR Al-Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679/4383.

3 Tafsir ibnu Abi hatim VI/1793.

4 Tafsir Ibnu Abi Hatim VI/1791.

5 Lihat Tafsir Al-Karim Ar-Rahman hal. 218, tafsir Surat Al-Maidah: 2.

6 HR Muslim no. 1162/2746.

7 HR Al-Bukhari no. 2002.

8 HR Muslim no. 1134/2666.

9 HR Ahmad no. 2153, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 8189 dan yang lainnya. Syaikh Syu’aib dan Syaikh Al-Albani menghukumi hadits ini lemah.

10 HR Al-Bukhari 1294.

11 HR Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir no. 9864 dari Abdullah bin Mas’ud dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab no. 3513,3514 dan 3515 dari ‘Abdullah bin b, Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al-Khudri. Keseluruhan jalur tersebut lemah dan tidak mungkin saling menguatkan, sebagaimana dijelaskan dengan rinci oleh Syaikh Al-Albani dalam Adh-Dha’ifah no. 6824.

Penulis: Ustadz Sa’id Ya’i Ardiansyah, Lc., M.A.

Artikel Muslim.Or.Id

Kumpulan Nasehat Dari Whatsapp

YANG PENTING BERUSAHA
Usaha tidak mesti mendatangkan keberhasilan, toh keberhasilan bukanlah ditangan hamba, akan tetapi ditentukan oleh Allah.
Karenanya Yang Allah nilai sesungguhnya adalah usaha dan perjuangan disertai firmanNya “Allah tidak membebani seseorang kecuali sebatas kemampuannya”.
Jika usaha kita berhasil maka karunia di atas karunia, namun jika tidak berhasil maka tetap bernilai di sisi Allah.
Dalam dakwah, para Nabi ada yang pengikutnya hanya 1, ada yang 2, ada yang 3, dan ada yang tanpa pengikut. Nabi Nuuh berdakwah 950 tahun namun pengikutnya hanya sedikit. Apakah mereka dinilai gagal oleh Allah?, tentu tidak !!. Mereka telah berdakwah sebaik-baiknya dan selembut-lembutnya, sudah maksimal. Maka Allah tetap memuliakan dan memuji mereka.
Namun jangan disalah pahami sehingga ada seseorang yang malas berdakwah, atau berdakwah dengan cara yang kasar dan tanpa ilmu, lalu menghibur diri dengan berkata, “Toh nabi ada yang tanpa pengikut, apalagi kita?:. Tentu beda, para nabi telah berusaha sebaik-baiknya, maka jangan disamakan dengan orang yang malas.
Ini dalam dakwah, dan demikian juga usaha dalam perkara-perkara yang lainnya.
Berusahalah dan Tetap Optimis, semua tetaplah bernilai di sisiNya…
✏ Oleh Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى
-----------------------

KETIKA PEMIMPINKU DILANTIK
 
ﻋﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺪﺭ، ﻗﺎﻝ : ﻟﻤﺎ ﺑﻮﻳﻊ ﻳﺰﻳﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺎﻭﻳﺔ ﺫﻛﺮ ﺫﻟﻚ ﻻﺑﻦ ﻋﻤﺮ, ﻭ ﻓﻘﺎﻝ : )) ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺧﻴﺮﺍً ﺭﺿﻴﻨﺎ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺷﺮﺍً ﺻﺒﺮﻧﺎ

Dari Muhammad bin Munkadir, ia berkata : Ketika Yazid bin Mu’awiyah dibaiat, maka diceritakan berita
tersebut kepada Ibnu Umar radhyallahu ‘anhuma. Maka beliau berkata : “Jika ia (Yazid bin Mu’awiyah) baik (dalam kepemimpinan) kita ridha, dan jika ia buruk (dalam kepemimpinan) kita bersabar”.

(Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf Juz 11 Hal.100 Cet. Idaaratul Qur’an dengan sanad Shahih)

Al-Imam Fudhail bin Iyadh rohimahulloh :

ﻟﻮ ﺃﻥ ﻟﻲ ﺩﻋﻮﺓ ﻣﺴﺘﺠﺎﺑﺔ, ﻣﺎ ﺟﻌﻠﺘﻬﺎ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻠﻄﺎﻥ. ﻗﻴﻞ ﻟﻪ : ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﻋﻠﻲ ﻓﺴﺮ ﻟﻨﺎ ﻫﺬﺍ ! ﻗﺎﻝ : ﺇﺫﺍ ﺟﻌﻠﺘﻬﺎ ﻓﻲ
ﻧﻔﺴﻲ ﻟﻢ ﺗﻌﺪﻧﻲ, ﻭ ﺇﺫﺍ ﺟﻌﻠﺘﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﺻﻠﺢ ﻓﺼﻠﺢ ﺑﺼﻼﺣﻪ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ ﻭ ﺍﻟﺒﻼﺩ

Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpin.” Maka
ditanyakan kepada beliau sebab hal tersebut, “jelaskan kepada kami wahai Abu ‘Ali (Fudhail bin Iyadh)
tentang hal ini !” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat
untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka ia akan baik, maka rakyat dan negara akan menjadi baik dengan sebab kebaikannya.

(Syarhus Sunnah hal. 113-114 Cet.Maktabah Dar Al-Minhaj).

▶SEKEDAR RENUNGAN◀
Bissmillah.....
Ya akhi wa ukhty pernahkah kita mencoba menanyakan harga oksigen diapotik ?
Jika belum tahu,Rp.25.000/ltr.
Dan pernahkah kita menanyakan harga nitrogen diapotik ?
Jika belum tahu,Rp.9.950/ltr.
Taukah bahwa dlm sehari manusia menghirup 2,880 liter oksigen & 11,376 liter nitrogen.
2,880 x rp.25.000 = rp.72.000.000,-
11,376 x rp.9,950 = rp.113.191.200,-
Jadi total biaya untuk bernafas 1 hari adalah rp.72.000.000 + rp.113.191.200 = rp.185.191.200,-
Kalau sebulan,30 x rp.185.191.200 = rp.5.555.736.000,-
Kalau kita per satu tahun adalah, 365 hari x rp.185.191.200 = rp.67.594.788.000,-
Jadi jika kita hargai dg rupiah,maka oksigen&nitrogen yg kita hirup mencapai rp.185 juta perhari,rp.5,5 milyar perbulan dan rp.67,5 milyar pertahun....

Tanyakan pd diri saudara masing2 sudah berapa lamakah saudara2 hidup dibumi Allah ini,dan berapakah biaya yg harus kita keluarkan untuk membayar oksigen yg udah kita hirup ?!
Sungguh...manusia pd hakekatnya lemah,tidaklah layak berlaku sombong.
Orang yg paling kaya sekalipun tdk akan sanggup membiayai nafas hidupnya.
Baru dihitung dari biaya nafas,belum biaya2 yg lainnya.
 
MASIHKAH KITA BELUM MAU BERSYUKUR ?!
 
Sungguh Allah Maha Pemurah atas segala karunia-Nya,tak terkecuali nikmat udara yg kita hirup setiap detiknya.
Untuk semua itu Allah hanya mewajibkan kita membayar zakat setiap tahunnya,dan itupun masih banyak manusia yg mengingkarinya.
"Katakanlah siapakah yg dapat memelihara kamu diwaktu malam dan disiang hari selain Allah yang Maha Pemurah".
(QS.Al-Anbiya;21;42)
"Dan jika kamu menghitung hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.Sesungguhnya Allah benar2 Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
(QS.An-Nahl;16;18)
"MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN...RENUNGKANLAH....

MANUSIA ADA 2 MACAM

Syaikh Ibrahim Ar Ruhaily berkata:
“Manusia itu ada dua macam.. Ada yang meninggal dunia kemudian mendapatkan ganjaran pahala setelah kematiaannya, dan ada yang meninggal dunia kemudian menanggung dosa-dosa manusia yang ditinggalkannya. Semua tergantung perbuatan yang di lakukannya semasa hidup mereka.
Orang yang pertama mencontohkan perbuatan baik lalu mengajak orang lain berbuat kebaikan yang sama, sementara orang yang kedua dihukum karena dosa orang lain. Sebab dia menjadi contoh bagi orang lain dalam perbutan buruk.
Allah Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.

 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Artinya: “Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka baginya pahala seperti pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak akan mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun.”
(Hadits riwayat Muslim)
✏Oleh Ustadz Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Akhi/Ukhti ...
Afwan (maaf) banget niih
Mau numpang iklan…
BIG SALE
NIKMATI DISCOUNT BESAR-BESARAN
GEBYAR HADIAH
DISCOUNT SAMPAI 80 PERSEN
Tapi afwan yaa..
Bukan di Matahari
Bukan Carrefour
Bukan di pusat perbelanjaan
Tapi di DIRIMU SENDIRI
Kitakan sering banget berbuat dosa
Tapi kalau dibilang sering sih, ga juga
Kalau suka berbuat dosa, kayaknya iya
Nah Allah akan beri kita discount besar-besaran
Discount setahun dosa kita dihapuskan…
masyaAllah..
baik banget Allah sama kita yaa!!
Kapan???
Besok...
Kalau tidak bisa besok, lusa jangan sampai ketinggalan ya
Karena itu hari terakhir untuk dapat discount
Caranya gimana???
Caranya dengan menahan diri dari makan minum dan
nafsu
Sejak terbitnya matahari sampai tenggelam…
Gampangkan!
Hanya dua hari saja
Atau sehari
Dengan itu smoga dosa-dosa kita sepanjang tahun
dihapuskan oleh Allah
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah ditanya
tentang puasa asyura’ maka beliau menjawab:
“Menghapuskan dosa setahun yang lalu”. [HR. Muslim]
Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sangat rajin
berpuasa di hari itu. Dan beliau menganjurkan kita untuk
puasa sehari sebelumnya
Agar tidak sama dengan orang-orang Yahudi, yang sedang
membantai saudara-saudara kita di Ghaza, smoga Allah
menurunkan pertolongan untuk kaum muslimin
Jadi besok-/nanti insyaAllah -pd tgl 9 Muharram. Lusanya
10 Muharram hari Asyura. Jangan lupa untuk sahur nanti
Malam-nya.
Hati-hati dengan acara-acara yang tidak dicontohkan oleh
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
Bertanyalah sebelum beramal
Ngilmu dulu baru beramal…
Thayyib
MET MENIKMATI DISCOUNT
SALAM
Note: tgl 9,10 al-muharam jatuh pd tgl 2 & 3 november
2014.
# Faedah : Al ustadz DR.syafiq basalamah حفظه الله تعالى
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untukmu Para Ibu yang Dirumah
Untukmu para ibu yang dirumah
Mengapa engkau masih galau dan gundah
Atas pilihan yang dianjurkan oleh syariah
Agar engkau tetap berada di rumah

Mengapa pula engkau harus iri dan cemburu
Atas selisih puluhan lembar ratusan ribu
Sedang kau memiliki begitu banyak waktu
Merawat mereka langsung dengan tanganmu
Serta menurunkan berjuta ilmu

Mengapa perasaanmu masih terasa berat
Atas perintah Allah untuk selalu taat
Pada suamimu yang meminta dengan sangat
Agar engkau dapat fokus merawat
Padahal dengannya surga menjadi begitu dekat

Andai kau tau bahwa peluang surgamu tidak jauh
Cukup bekerja ikhlas dan tanpa banyak mengeluh
Mendidik generasi yang berjiwa tangguh
Memberi nutrisi pada jiwa dan tubuh
Insya Allah kepuasan hatimu diisi Allah secara penuh

Memang betul kau berharap sebuah eksistensi
Merasa melakukan pekerjaan yang tak bergengsi
Seputar masak, sapu pel dan menyuci
Aaaah.... Itu karena kau tak menyadari
Ayunan sapumu berpahala seri
Dengan suami yang mencari rezeki
Yang berkemeja rapi dan berdasi

Aaaah..... Itu karena kau belum mengenal
Bahwa pilihanmu dibalas Allah dalam banyak hal
Pada sisi sisi lain yang tak mampu kau hafal
Kecuali kelak pekerjaan ini engkau tinggal

Aku mengerti kadang engkau resah
Dengan sekian lembar ijazah
Yang kau raih dengan susah payah

Aaaa...... Andai kau mengerti
Ilmumu begitu sangat berarti
Dalam mendidik generasi
Yang berkualitas dan bervisi

Aku tau kadang kau rindu seperti mereka
Yang setiap hari pergi berkendara
Keluar rumah untuk bekerja
Dan mengukir sejuta karya

Aaaaa...... itu karena kau tidak tau
Sebagian dari mereka merasa rindu
Mendapat kemewahan seperti dirimu
Yang selalu siap membuka pintu
Seperti engkau menyambut suamimu

Alhamdulillah wa syukurillah
Ketika suamimu hanya memintamu dirumah
Berarti ia siap bekerja keras mencari nafkah
Menyokong semua tanpa berkeluh kesah

Berada dirumah tak berarti tanpa arti
Semoga Allah memberikanmu jalan pengganti
Dalam meraih impian yang kau cari
Dari sudut ternyaman di rumahmu sendiri

Maaf... Lukisan hati ini tak bermaksud membandingkan
Terhadap mereka yang berjasa mengambil peran
Keluar rumah dengan berjuta alasan perjuangan 

Tulisan ini dibuat untuk menghibur hati
Para ibu yang merasa kehilangan eksistensi
Bahkan terkadang berkecil hati
Merasa diri begitu tak berarti 

Untukmu para ibu yang dirumah
Mari ikhlaskan hatimu dan berpasrah
Agar peluang surga yang ada dirumah
Tak terhapus dengan keluh kesah

By ust.muhammad qosim

Selasa, 09 September 2014

Kisah Penyesalan Istri Enggan Layani Malam Terakhir Suami

Kisah ini terjadi di Malaysia beberapa tahun
yang lalu. Namun penyesalan berkepanjangan
terus mengikuti sang istri.
Berikut ini kisah lengkapnya seperti
diterjemahkan secara bebas dari laman
fitrihadi.com :
Sebenarnya kami adalah pasangan yang
romantis. Bahkan, teman-teman sering
memperbincangkan keharmonisan kami.
Meskipun bekerja, aku tetap melayani suami dan
mengurus anak-anak dengan baik. Aku
bersyukur suami memahamiku dengan baik. Ini
membuat aku semakin sayang kepadanya.
Sementara suamiku, di tengah kesibukannya, ia
juga selalu membantu mengerjakan pekerjaan-
pekerjaan domestik. Ia juga sering mengimamiku
shalat. Aku bahagia dengan hubungan kami.
Hari itu, Senin. Aku ingat betul. Aku pergi ke
kantor pagi-pagi karena banyak urusan yang
harus aku selesaikan. Termasuk janji bertemu
dengan sejumlah klien. Biasanya jam 6 petang
aku sudah berada di rumah, hampir bersamaan
dengan azan Maghrib berkumandang. Aku lihat
suamiku telah bersiap-siap untuk shalat
Maghrib. Pun anak-anak telah tampil rapi,
mereka sudah mandi dan tampak riang bersama
ayahnya. Aku lihat suamiku sangat bahagia
bersama anak-anak petang itu.
Ba’da Maghrib, kami keluar ke sebuah restoran.
Jaraknya sekira 5 kilometer dari rumah.
Sepanjang perjalanan kami bergurau, ngobrol ke
sana kemari, disertai tawa yang kadang-kadang
lepas.
Aku merasakan kegembiraan suamiku petang itu
lain dari biasanya. Cara bercandanya, cara
tersenyum dan tertawanya… Dalam hati aku
hanya bisa bersyukur dan berbahagia.
“Sudah jam 12.30 tengah malam, Bang. Ayo
pulang,” kataku setelah melihat jam tangan. Tak
terasa sudah larut. Tanpa banyak bicara,
suamiku pergi ke kasir.
Kami tiba di rumah dua puluh menit kemudian.
Anak-anak kami yang jumlahnya tiga orang
segera masuk rumah dan tidur. Usia si bungsu
baru tujuh tahun, sedangkan si sulung berusia
12 tahun.
Aku juga mulai mengantuk. Maklum, di jam
segini dan setelah perut terisi dengan makanan
lezat restoran tadi, bawaannya ingin langsung
tidur saja. Di saat seperti itu suami membelai
rambutku, ia menginginkan sesuatu. Tapi
mataku terasa berat, aku ingin tidur.
Suami membisikiku, ini permintaan terakhirnya.
Namun, aku berpikir, aku mengantuk dan dia
juga mungkin kecapekan. Lebih baik besuk saja.
Perlahan-lahan suami melepaskan pelukannya.
Pagi harinya, ada perasaan tak menentu. Seperti
ada hal besar yang akan terjadi. Aku menelpon
suami, tetapi tidak dijawab. Hingga kemudian
aku dikejutkan dengan telepon dari kepolisian.
Mereka mengabarkan bahwa suamiku
kecelakaan dan memintaku segera datang ke
rumah sakit.
Hatiku seakan pecah saat itu. Aku ke rumah
sakit, tetapi segalanya telah terlambat. Suamiku
menghembuskan nafas terakhirnya sebelum aku
tiba di sana. Air mata menjadi saksi betapa aku
sangat kehilangan dirinya.
Yang lebih kusesali, meskipun aku telah ridha
dengan takdir dariNya, aku tidak memenuhi
permintaan di malam terakhirnya. Hatiku
dihinggapi perasaan bersalah yang luar biasa.
Aku takut jika suamiku pergi menghadapNya
dalam kondisi tidak ridha kepadaku. Dan aku
tidak sempat meminta maaf kepadanya karena
kini ia telah terbaring kaku.
Aku jadi ingat dengan hadits Nabi, “Demi Allah
yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang suami
yang mengajak istrinya tidur bersama, lalu
ditolak isterinya, maka malaikat yang di langit
akan murka kepada istrinya itu hingga suami
memaafkannya”.
Setiap kali teringat suami, mataku gerimis.
Pipiku basah. Aku hanya bisa memohon ampun
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi seluruh
wanita muslimah di segala penjuru dunia. Jika
suamimu memintamu, sepanjang kau mampu,
penuhilah. Sebab engkau tak pernah tahu kapan
tiba-tiba Allah mengambil suamimu. Dan
semoga engkau selalu mendapatkan rahmatNya,
tersebab suami yang selalu ridha padamu kapan
pun juga. [Kisahikmah.com]

Jumat, 29 Agustus 2014

Jagalah Shalat-mu Dimanapun Kau Berada

gans Kemaren tepatnya hari selasa tanggal 30 shawwal 1435 H. / 26 Agustus 2014 karena rasa suntuk dan galau maka kuputuskan untuk berjalan-jalan melihat pemandangan dan indahnya alam ciptaan Allah 'azza wajalla. maka tujuanpun kuputuskan untuk naik ke kebun jamus, ngawi jawa timur, terletak di gunung lawu, kalau agan-agan tingal di daerah ngawi dan sekitarnya mungkin tempat ini bisa jadi salah satu tujuan rekreasi,dengan udara yang sejuk tidak terlalu dingin dan jalan yang halus meliak-liuk disertai tanjakan yang tidak terlalu tajam maka sampailah di jamus perkebunan teh.

Sewaktu pulang karena jalannya turun mesin motor aku matikan gan, sambil tengok kanan kiri ada pemandangan yang istimewa melebihi pemandangan alam sekitar, di tengah sawah di sore hari ada seorang bapak-bapak yang sedang menunaikan shalat ashar lengkap dengan sarungnya, maka motor ku langsung ku berhentikan gan memamndangi dan teringat hp langsung ku ambil untuk ku jepret, sambil kupandangi dengan sedikit melamun, masya Allah la quwwata illa billah... ditengah sawah sambil mencari rumput untuk hewan ternaknya dia masih menyempatkan untuk menunaikan keawjibannya kepada yang Maha Kuasa, indah... indah dan indaah...







Minggu, 24 Agustus 2014

Sahabat... Doaku Bersama-mu

Bismillahirrahmanirrahim...

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah subhanahu wata’ala atas segala nikmat yang sudah Allah anugrahkan kepada kita, baik yang lahir maupun yang batin tiada terkira dan tiada terhitung, Terkadang kita baru menyadari ketika nikmat itu sudah tidak bersama kita lagi.
Shalawat beserta salam semoga kita tidak lupa untuk memperbanyaknya untuk kekasih dan suriteladan terbaik umat ini Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam, semoga dengan shalawat dan salam tersebut merupakan tanda cinta kita kepada Beliau, sebuah cinta yang tidak hanya sekedar klaim dan pengakuan, tetapi benar-benar kita amalkan dan kita buktikan dengan memperbanyak shalawat kepada beliau dan meniti jalan beliau sampai ajal menghampiri, semoga dengan bukti cinta itu kita akan dikumpulkan bersama orang yang kita cintai, amiin...
Hari ini adalah tanggal 28 shawwal 1435 H yang bertepatan dengan tanggal 24 Agustus 2014 M. Tidak terasa sudah 1 bulan perpisahan jasad itu terjadi setelah kepulangan dari sangatta tanggal 23 Ramadhan 1435 H yang bertepatan dengan tanggal 21 Juli 2014 M. Waktu terus berlalu mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, bahagia atau kecewa, menyesal atau bangga. Waktu... itulah waktu... selama dunia ini ada semua akan terus seperti itu.

Semua hanya tinggal kenangan dan kisah yang akan menjadi sejarah, berpetualang keluar pulau tanah kelahiran bertemu dengan sahabat yang semangat ingin menggapai kebahagiaan di akherat di tengah kesibukan dunia yang  fana. Sebuah kebahagiaan dan kebanggaan bisa bertemu dan mengenal kalian sahabat-sahabat sangatta  terkhusus mereka yang belajar i’dad bersama tanpa terkecuali. Sebuah sejarah hidup yang menakjubkan yang belum tentu bisa terulang untuk kedua kalinya. Semoga pertemuan dan perpisahan kita termasuk diantara 7 golongan yang akan mendapatkan naungan di akherat, yang mana tidak akan ada naungan legi selain naungan Allah ‘azza wajalla. Diantara golongan itu adalah orang-orang yang bertemu dan berpisah karena Allah jalla jalaluh.

Besar harapan dan doa yang terus untuk coba dipanjatkan semoga ibadah sudah kita kerjakan diterima oleh Allah, karena mencari ilmu adalah ibadah semoga ibadah itu akan terus bisa kita kerjakan selama hayat masih dikandung badan, semoga ibadah ini tidak akan berhenti hanya karena perpisahan, thalabul ilmi is never ending... Teruslah belajar sahabat, semoga Allah memudahkan, semoga Allah memberi kekuatan, semoga Allah memberkahi langkah kalian, apa yang kita cari di dunia ini ??? ketika kita meninggalkan dunia, harta yang kita kumpulkan siang dan malam, rumah megah yang kita usahakan, anak istri keluarga yang kita banggakan dan semua yang ada di dunia ini tidak akan kita bawa ke liang kubur.
Tetapi jika kita terus mengusahakan ilmu, mencari ilmu siang dan malam ikhlas mengharap wajah Allah berharap keridhoaanNYA, kemudian disela-sela mencari ilmu kita berusaha mengamalkan semampu kita, mengajarkannya, dan membaginya dengan keluarga terdekat dan kepada kaum muslimin, kita berharap semoga ilmu itu yang akan menolong kita kelak di hari yang tidak akan bermanfaat lagi harta dan anak keturunan, ilmu yang bermanfaat ilmu yang akan membawa manfaat di dunia dan akherat. Kita tidak akan pernah menyesal karena belajar, justru kita akan menyesal karena mengapa kita tidak belajar ? Jika kita memiliki harta maka kita akan menjadi budak dan pengawal yang akan menjaga harta, tetapi jika kita memiliki ilmu, justru ilmulah yang akan menjaga kita, menentramkan dan menghibur kesedihan kita.
Sahabat, maafkanlah diri ini... yang tidak bisa lagi menemani dan mengiringi semangat kalian untuk mempelajari Al Quran dan Bahasa Arab, perpisahan yang terlalu dini, hanya sedikit yang bisa kuberikan, atau mungkin kalian tidak mendapatkan apa-apa selama keberadaan ana di sangatta. Maafkanlah sahabat,,, insyallah doa yang akan ku-usahakan semoga kalian tetap semangat untuk belajar dan belajar, semoga Allah memudahkan kalian dan memberikan keistiqomahan, semoga kalian mendapatkan teman belajar yang lebih hebat dan istimewa, sehingga kalian bisa mengambil faedah ilmu, akhlak dan semangatnya dalam beribadah, sehingga menjadikan kalian generasi robbani yang akan menerangi bumi pertiwi dengan cahaya ilmu dan hikmah di atas Al Quran dan Sunnah dengan pemahaman salaful ummah.
Untuk-mu  Sahabat-ku, tidak ada yang bisa ana ucapkan selain kata “Jazakumullahu Khoiron Katsiron fiddunya wal akhirah” atas semua kebaikan kalian, sebuah kebahagiaan dan kebanggaan bisa bertemu dan mengenal kalian, di tengah kesibukan mencari dunia kalian menyempatkan untuk mencari bekal akherat, menakjubkan... teruslah bersemangat sahabat, semoga keikhlasan, dan istiqomah akan senantiasa menyertai kalian, sehingga bisa mendapatkan akhir yang istimewa, khusnul khotimah ketika menghadap bertemu Sang Pencipta Allah ‘azza wajalla... semoga Allah mempertemukan kita kembali di kesempatan yang lebih baik, jika tak ada waktu lagi untuk bertemu di dunia, semoga Allah mempertemukan kita di Surga Firdausnya amiin...
Alhamdulillah bini’matihi tatimmus sholihat, wa sholallahu ‘ala nabiyyina muhammaddin wa’ala alihi washohbihi ajmain walhamdulillahi robbil ‘alamin
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Sahabat-mu
M. Hasan Asnawi

28 shawwal 1435 H 24 Agustus 2014, 07:30 WIB
Nangkas, Jogorogo, Ngawi Jawa Timur, Indonesia

Menceritakan Amal Sholeh Kepada Orang Lain

Antara Menyembunyikan Amal Salih dan Tersanjung Dengan Pujian

Pertanyaan:
Aku mengalami kegundahan karena kadang-kadang aku merasa orang-orang memujiku jika aku memberitahukan amal saleh yang kulakukan.
Apakah aku beritahu amalanku kepada mereka?
Apakah termasuk ujub (bangga) kalau aku tersanjung dengan pujian mereka?

Bagaimana mengompromikan antara dalil-dalil yang memotivasi untuk menyembunyikan amal dengan dalil-dalil yang menganjurkan untuk menceritakan nikmat dan angerah Allah, di antara anugerah Allah yang paling berharga tersebut adalah amal saleh?

✅Jawaban:
Alhamdulillah

Pertama, menceritakan nikmat Allah Ta’ala merupakan faktor pendorong untuk bersyukur atas nikmat tersebut dan sebuah ungkapan atas anugerah Allah kepadanya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” (QS. Adh-Dhuha: 11)

Syekh As-Sa’di mengatakan, “Menceritakan nikmat Allah ini meliputi urusan agama dan urusan dunia yakni seorang hamba memuji Allah dengan anugerah tersebut. Secara khusus, ungkapan tersebut diekspresikan dengan tuturan lisan apabila terdapat maslahat. Kalau tidak, ungkapkan saja nikmat Allah secara umum. Karena menceritakan nikmat Allah dapat memotivasi untuk menyukurinya, menimbulkan kecintaan di hati kepada yang memberi nikmat tersebut, dan hati pun akan condong kepada person tertentu yang berbuat baik. (Tafsir As-Sa’di, Hal. 928).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Firman Allah ‘Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.’ (Al-Baqarah: 271)
mengindikasikan bahwa menyembunyikan sedekah lebih baik daripada menampakkannya, karena yang demikian jauh dari potensi riya’ kecuali apabila menampakkan amalan tersebut ada maslahat yang nyata.
Misalnya menampakkan perbuatan tersebut untuk memberikan teladan, maka menampakkan amal ini lebih baik. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang membaca Alquran dengan keras seperti halnya orang yang menampakkan sedekahnya sedangkan orang yang membacanya dengan lirih seperti orang yang menyembunyikan sedekahnya. ”Kesimpulannya, menyembunyikan amal itu lebih baik berdasarkan ayat ini. (Tafsir Ibnu Katsir, 1:701).

Syekh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Seseorang yang menceritakan amalan-amalan taat yang dilakukannya tidak terlepas dari dua keadaan:

Pertama, motivasi utama pelakunya adalah ingin dikatakan saleh dan orang baik serta memamerkan amal kebaikannya. Ini sangat berbahaya karena bisa membatalkan amalan tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang hambanya menyucikan diri-diri mereka dengan firmna-Nya, “Janganlah kalian sucikan diri-diri kalian, Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm: 32).

⛅Kedua, motivasi dia melakukan hal itu adalah untuk menceritakan nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga orang-orang yang mendengar kabar tersebut darinya ikut terdorong untuk mencotoh apa yang mereka saksikan. Tentu saja menceritakan amalan pada saat ini adalah perbuatan terpuji, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan terhadap nikmat dari Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.”
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Barangsiapa di dalam Islam mencontohkan suatu perbuatan yang baik, maka baginya ganjaran seperti ganjaran orang yang mengamalkannya sampai hari kiamat.” (Nur ‘Ala Darb, 12:30).

Imam Ath-Thabary rahimahullah mengatakan, “Ada sebuah atsar (amalan generasi salaf) tentang keutamaan membaca Alquran dengan memperdengarkan suara dan ada pula atsar tentang melirihkan bacaan. Atsar ini dapat dikompromikan dengan cara, melirihkan bacaan lebih baik bagi siapa yang khawatir disusupi riya’ dan membaca dengan suara yang keras lebih baik bagi siapa yang tidak khawatir riya’ dengan syarat tidak mengganggu orang yang salat, tidur, atau yang lainnya. Amal yang zahir (nampak) itu terkadang berpengaruh bagi orang lain, maksudnya oarang lain bisa mendengarkan, memetik pelajaran, terpengaruh, atau sebagai syi’ar agama. Perbuatan ini juga bisa berpengaruh bagi orang yang membaca dengan keras tersebut; bisa membangunkan hatinya yang lalai, menghimpun semangatnya, mengusir rasa kantuk, dan menjadikan orang lain semangat untuk beribadah. Ketika seseorang memiliki salah satu dari motivasi ini, maka membaca dengan suara yang keras lebih baik dibanding dengan suara yang samar-samar.” (Tuhfatul Ahwadzi, 8:191).

Apabila menceritakan nikmat Allah termasuk menisbatkan keutamaan kepada Allah, pengakuan atas anugerah-Nya kepada hamba-Nya, pengakuan bahwasanya Dia Maha Dermawan lagi Maha Mulia, atau memberikan teladan kepada orang-orang untuk berbuat kebajikan sehingga setiap orang yang mencontohnya beramal ia juga medapatkan pahala sebagaimana orang tersebut, maka ini disyariatkan.

Namun sebaliknya, apabila hal itu dimotivasi untuk menyucikan diri, supaya jadi orang mulia, ingin dilihat dan didengar orang, mendapatkan kedudukan agar ditaati, yang demikian perkara yang tercela dan jelek.

Kedua, apabila seseorang menceritakan nikmat Allah dalam koridor yang disyariatkan, tetapi orang-orang tetap memujinya sehingga ia merasa tersanjung, namun di hatinya tidak terselip ingin dilihat dan didengar orang, maka hal ini termasuk kabar gembira yang Allah segerakan bagi orang-orang beriman. Disegerakannya kabar gembira seorang mukmin apabila ia beramal saleh dengan mengharap wajah Allah. Orang-orang pun menghormatinya tanpa bergantung padanya dikarenakan amal saleh yang sering ia tampakkan. Ia pun t
ampak terhormat di hadapan orang dan dipuji dengan pujian yang baik. Ia pun kagum dengan kabar gembira ini.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Dzar radhiallahu’anhu ia mengatakan, “Ada yang mengatakan kepada rasulullah, ‘Apa pendapatmu jika seseorang yang beramal saleh, lalu orang-orang pun memujinya?’ Beliau bersabda, ‘Itulah kabar gembira yang disegerakan bagi orang yang beriman’


Diterjemahkan dari: http://www.islamqa.com/ar/ref/148158/%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%A7%D9%85%D9%84

Recent Post