ISLAM itu indah-----ISLAM itu sempurna dan ISLAM itu rahmatan lil 'alamin-----JANGAN Hanya menilai ISLAM dari pengikut / umatnya...!-----tapi Nilai lah ISLAM dari ajarannya...!-----Pelajarilah...!-----Jika Tidak Tahu Bertanyalah Pada Ahlinya-----maka anda akan mengetahui betapa menakjubkanya Islam bagi kehidupan manusia

(Ibnul Qoyyim rahimahullah[Ad-Daa' wa ad-Dawaa' 94])

“”

IMAM SYAFI'I MENUTURKAN :

Siapa yang tulus menjalin persaudaraan dengan sahabatnya maka ia akan menerima kesalahan-kesalahannya,, mengisi kekuranagnnya dan memaafkan ketregelincirannya".

RASULULLAH Shalallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia". (HR. Muslim)

RASULULLAH shlallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Seorang Muslim Adalah Bersaudara, Janganlah Mendzolimi, Merendahkan Dan Janganlah Mengejeknya. (HR. Muslim)

RASULULLAH shlallahu 'alaihi wasalam bersabda :

"Barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memudahkannya baik di dunia maupun di akherat". (HR. Muslim)

Imam Syafi'i pernah berkata :

"Aku berangan-angan agar orang-orang mempelajari ilmuku ini dan mereka tidak menisbahkan sedikitpun ilmuku kepadaku selamanya, lalu akupun diberi ganjaran karenanya dan mereka tidak memujiku" (Al-Bidaayah wa An-Nihaayah 10/276)

Ibnul Qayyim (Al Fawaid 1/147)

el kanzu

Kamis, 29 November 2018

Rahasia Hari senin & Kamis

*Hari Senin & Kamis*

1⃣ Allah menumbuhkan tanaman &  Diterbarnya hewan melata di bumi.

حَدَّثَنِي سُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ وَهَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَا حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي إِسْمَعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِي فَقَالَ خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ وَخَلَقَ فِيهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ وَبَثَّ فِيهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِي آخِرِ الْخَلْقِ فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْلِ
قَالَ إِبْرَاهِيمُ حَدَّثَنَا الْبِسْطَامِيُّ وَهُوَ الْحُسَيْنُ بْنُ عِيسَى وَسَهْلُ بْنُ عَمَّارٍ وَإِبْرَاهِيمُ ابْنُ بِنْتِ حَفْصٍ وَغَيْرُهُمْ عَنْ حَجَّاجٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memegang tangannya, lalu beliau bersabda:

*'Allah* Azza wa Jalla menjadikan tanah pada hari *Sabtu,*
menancapkan gunung pada hari *Ahad,*
*menumbuhkan pohon-pohon pada hari Senin,*
menjadikan sesuatu yang tidak disenangi pada hari *Selasa,*
menjadikan cahaya pada hari *Rabu,*
*menebarkan hewan-hewan melata di bumi pada hari Kamis,*
dan menjadikan Adam 'Alaihis Salam pada hari *Jum'at* setelah ashar,
yang merupakan penciptaan paling akhir yaitu saat-saat terakhir di hari jum'at antara waktu ashar hingga malam."
📚 (HR. Muslim: 4997) - http://hadits.in/muslim/4997

2⃣ Diampuninya dosa bagi hamba yang tidak berbuat syirik

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
حَدَّثَنِيهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ الدَّرَاوَرْدِيِّ كِلَاهُمَا عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ بِإِسْنَادِ مَالِكٍ نَحْوَ حَدِيثِهِ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِ الدَّرَاوَرْدِيِّ إِلَّا الْمُتَهَاجِرَيْنِ مِنْ رِوَايَةِ ابْنِ عَبْدَةَ و قَالَ قُتَيْبَةُ إِلَّا الْمُهْتَجِرَيْنِ

"Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari *Senin dan kamis.* Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, *kecuali* bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan."
Lalu dikatakan: 'Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai!
Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai!
Tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai! '

Telah menceritakannya kepadaku Zuhair bin Harb; Telah menceritakan kepada kami Jarir; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Ahmad bin 'Abdah Adh Dhabi dari 'Abdul 'Aziz Ad Darawardi keduanya dari Suhail dari Bapaknya melalui jalur Malik dengan Hadits yang serupa. Namun di dalam Hadits Ad Darawardi disebutkan; *'Kecuali orang-orang yang saling mendiamkan* .
' -menurut riwayat Ibnu 'Abdah.- Qutaibah berkata dengan lafazh; 'Illa Al Muhtajirin.' *(Kecuali orang-orang yang saling mendiamkan).'*

📚(HR. Muslim: 4652) - http://hadits.in/muslim/4652

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ كُلَّ يَوْمِ اثْنَيْنِ وَخَمِيسٍ فَيُغْفَرُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمَيْنِ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا مَنْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
قَالَ أَبُو دَاوُد النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَجَرَ بَعْضَ نِسَائِهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا وَابْنُ عُمَرَ هَجَرَ ابْنًا لَهُ إِلَى أَنْ مَاتَ قَالَ أَبُو دَاوُد إِذَا كَانَتْ الْهِجْرَةُ لِلَّهِ فَلَيْسَ مِنْ هَذَا بِشَيْءٍ وَإِنَّ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ غَطَّى وَجْهَهُ عَنْ رَجُلٍ

"Pintu-pintu surga dibuka setiap *hari senin dan kamis,* lalu pada kedua hari itu akan diampuni setiap orang yang tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali bagi seseorang yang mempunyai permusuhan dengan saudaranya. Lalu akan dikatakan (kepada malaikat), "Tunggulah dua orang ini hingga mereka berbaikan."
Abu Dawud menyebutkan,
*"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam* pernah mendiamkan sebagian isteri-isterinya selama empat puluh hari,
*Ibnu Umar* juga pernah mendiamkan anaknya hingga ia meninggal."
*Abu Dawud* berkata, "Jika mendiamkan itu karena Allah, maka (ancaman) hadits ini tidak berlaku.
*Umar bin Abdul Aziz* pernah menutupi wajahnya dari seseorang (mendiamkan)."

📚 (HR. Abu Daud: 4270) - http://hadits.in/abudaud/4270

3⃣ Waktu hijamah / berbekam
(wallahu a'lam mengenai status derajat haditsnya sebagian ulamak mendhoifkannya / melemahkan)

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ مَطَرٍ عَنْ الْحَسَنِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُحَادَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
يَا نَافِعُ قَدْ تَبَيَّغَ بِيَ الدَّمُ فَالْتَمِسْ لِي حَجَّامًا وَاجْعَلْهُ رَفِيقًا إِنْ اسْتَطَعْتَ وَلَا تَجْعَلْهُ شَيْخًا كَبِيرًا وَلَا صَبِيًّا صَغِيرًا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْحِجَامَةُ عَلَى الرِّيقِ أَمْثَلُ وَفِيهِ شِفَاءٌ وَبَرَكَةٌ وَتَزِيدُ فِي الْعَقْلِ وَفِي الْحِفْظِ فَاحْتَجِمُوا عَلَى بَرَكَةِ اللَّهِ يَوْمَ الْخَمِيسِ وَاجْتَنِبُوا الْحِجَامَةَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ وَالْجُمُعَةِ وَالسَّبْتِ وَيَوْمَ الْأَحَدِ تَحَرِّيًا وَاحْتَجِمُوا يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالثُّلَاثَاءِ فَإِنَّهُ الْيَوْمُ الَّذِي عَافَى اللَّهُ فِيهِ أَيُّوبَ مِنْ الْبَلَاءِ وَضَرَبَهُ بِالْبَلَاءِ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ فَإِنَّهُ لَا يَبْدُو جُذَامٌ وَلَا بَرَصٌ إِلَّا يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ أَوْ لَيْلَةَ الْأَرْبِعَاءِ

"Wahai Nafi' darahku telah bergelegak, maka carikanlah untukku seorang tukang bekam, jika bisa maka carilah teman sebaya dan jangan yang sudah tua atau anak kecil, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berbekam di waktu pagi sangatlah bagus, sebab di dalamnya terkandung obat dan keberkahan, menambah kekuatan akal dan hafalan, maka berbekamlah kalian dengan mengharap keberkahan dari Allah pada hari kamis, dan hindarilah berbekam pada hari rabu, hari jum'at, hari sabtu dan minggu. Dan berbekamlah pada hari senin dan selasa, sesungguhnya hari senin dan selasa adalah hari di mana Allah menyembuhkan Ayyub dari bala` yang di timpakan pada hari rabu. Sungguh tidaklah penyakit lepra dan kusta muncul kecuali pada hari rabu atau malam rabu."
📚 (HR. Ibnu Majah: 3478) - http://hadits.in/ibnumajah/3478

4. Dipaparkannya amal

حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ وَعَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلَّا عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا أَوْ ارْكُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا
"Seluruh amal manusia dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dua kali dalam sepekan. Yaitu pada hari Senin dan Kamis. Lalu Allah mengampuni dosa setiap hamba-Nya yang mukmin, kecuali orang yang bermusuhan. Maka dikatakan kepada mereka: tinggalkanlah dahulu kedua orang ini, sampai mereka berdamai."
📚(HR. Muslim: 4654) - http://hadits.in/muslim/4654

✏Disusun : mha_elkazu
⏰ 22 Rabi'ul Awwal 1440 H / 29 nov '18
🏡 Madiun

*Hari Senin & Kamis*

*Hari Senin & Kamis*

1⃣ Allah menumbuhkan tanaman &  Diterbarnya hewan melata di bumi.

حَدَّثَنِي سُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ وَهَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَا حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي إِسْمَعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِي فَقَالَ خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ وَخَلَقَ فِيهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ وَبَثَّ فِيهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِي آخِرِ الْخَلْقِ فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْلِ
قَالَ إِبْرَاهِيمُ حَدَّثَنَا الْبِسْطَامِيُّ وَهُوَ الْحُسَيْنُ بْنُ عِيسَى وَسَهْلُ بْنُ عَمَّارٍ وَإِبْرَاهِيمُ ابْنُ بِنْتِ حَفْصٍ وَغَيْرُهُمْ عَنْ حَجَّاجٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memegang tangannya, lalu beliau bersabda:

*'Allah* Azza wa Jalla menjadikan tanah pada hari *Sabtu,*
menancapkan gunung pada hari *Ahad,*
*menumbuhkan pohon-pohon pada hari Senin,*
menjadikan sesuatu yang tidak disenangi pada hari *Selasa,*
menjadikan cahaya pada hari *Rabu,*
*menebarkan hewan-hewan melata di bumi pada hari Kamis,*
dan menjadikan Adam 'Alaihis Salam pada hari *Jum'at* setelah ashar,
yang merupakan penciptaan paling akhir yaitu saat-saat terakhir di hari jum'at antara waktu ashar hingga malam."
📚 (HR. Muslim: 4997) - http://hadits.in/muslim/4997

2⃣ Diampuninya dosa bagi hamba yang tidak berbuat syirik

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
حَدَّثَنِيهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ الدَّرَاوَرْدِيِّ كِلَاهُمَا عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ بِإِسْنَادِ مَالِكٍ نَحْوَ حَدِيثِهِ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِ الدَّرَاوَرْدِيِّ إِلَّا الْمُتَهَاجِرَيْنِ مِنْ رِوَايَةِ ابْنِ عَبْدَةَ و قَالَ قُتَيْبَةُ إِلَّا الْمُهْتَجِرَيْنِ

"Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari *Senin dan kamis.* Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, *kecuali* bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan."
Lalu dikatakan: 'Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai!
Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai!
Tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai! '

Telah menceritakannya kepadaku Zuhair bin Harb; Telah menceritakan kepada kami Jarir; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Ahmad bin 'Abdah Adh Dhabi dari 'Abdul 'Aziz Ad Darawardi keduanya dari Suhail dari Bapaknya melalui jalur Malik dengan Hadits yang serupa. Namun di dalam Hadits Ad Darawardi disebutkan; *'Kecuali orang-orang yang saling mendiamkan* .
' -menurut riwayat Ibnu 'Abdah.- Qutaibah berkata dengan lafazh; 'Illa Al Muhtajirin.' *(Kecuali orang-orang yang saling mendiamkan).'*

📚(HR. Muslim: 4652) - http://hadits.in/muslim/4652

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ كُلَّ يَوْمِ اثْنَيْنِ وَخَمِيسٍ فَيُغْفَرُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمَيْنِ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا مَنْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
قَالَ أَبُو دَاوُد النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَجَرَ بَعْضَ نِسَائِهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا وَابْنُ عُمَرَ هَجَرَ ابْنًا لَهُ إِلَى أَنْ مَاتَ قَالَ أَبُو دَاوُد إِذَا كَانَتْ الْهِجْرَةُ لِلَّهِ فَلَيْسَ مِنْ هَذَا بِشَيْءٍ وَإِنَّ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ غَطَّى وَجْهَهُ عَنْ رَجُلٍ

"Pintu-pintu surga dibuka setiap *hari senin dan kamis,* lalu pada kedua hari itu akan diampuni setiap orang yang tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali bagi seseorang yang mempunyai permusuhan dengan saudaranya. Lalu akan dikatakan (kepada malaikat), "Tunggulah dua orang ini hingga mereka berbaikan."
Abu Dawud menyebutkan,
*"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam* pernah mendiamkan sebagian isteri-isterinya selama empat puluh hari,
*Ibnu Umar* juga pernah mendiamkan anaknya hingga ia meninggal."
*Abu Dawud* berkata, "Jika mendiamkan itu karena Allah, maka (ancaman) hadits ini tidak berlaku.
*Umar bin Abdul Aziz* pernah menutupi wajahnya dari seseorang (mendiamkan)."

📚 (HR. Abu Daud: 4270) - http://hadits.in/abudaud/4270

3⃣ Waktu hijamah / berbekam
(wallahu a'lam mengenai status derajat haditsnya sebagian ulamak mendhoifkannya / melemahkan)

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ مَطَرٍ عَنْ الْحَسَنِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُحَادَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
يَا نَافِعُ قَدْ تَبَيَّغَ بِيَ الدَّمُ فَالْتَمِسْ لِي حَجَّامًا وَاجْعَلْهُ رَفِيقًا إِنْ اسْتَطَعْتَ وَلَا تَجْعَلْهُ شَيْخًا كَبِيرًا وَلَا صَبِيًّا صَغِيرًا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْحِجَامَةُ عَلَى الرِّيقِ أَمْثَلُ وَفِيهِ شِفَاءٌ وَبَرَكَةٌ وَتَزِيدُ فِي الْعَقْلِ وَفِي الْحِفْظِ فَاحْتَجِمُوا عَلَى بَرَكَةِ اللَّهِ يَوْمَ الْخَمِيسِ وَاجْتَنِبُوا الْحِجَامَةَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ وَالْجُمُعَةِ وَالسَّبْتِ وَيَوْمَ الْأَحَدِ تَحَرِّيًا وَاحْتَجِمُوا يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالثُّلَاثَاءِ فَإِنَّهُ الْيَوْمُ الَّذِي عَافَى اللَّهُ فِيهِ أَيُّوبَ مِنْ الْبَلَاءِ وَضَرَبَهُ بِالْبَلَاءِ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ فَإِنَّهُ لَا يَبْدُو جُذَامٌ وَلَا بَرَصٌ إِلَّا يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ أَوْ لَيْلَةَ الْأَرْبِعَاءِ

"Wahai Nafi' darahku telah bergelegak, maka carikanlah untukku seorang tukang bekam, jika bisa maka carilah teman sebaya dan jangan yang sudah tua atau anak kecil, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berbekam di waktu pagi sangatlah bagus, sebab di dalamnya terkandung obat dan keberkahan, menambah kekuatan akal dan hafalan, maka berbekamlah kalian dengan mengharap keberkahan dari Allah pada hari kamis, dan hindarilah berbekam pada hari rabu, hari jum'at, hari sabtu dan minggu. Dan berbekamlah pada hari senin dan selasa, sesungguhnya hari senin dan selasa adalah hari di mana Allah menyembuhkan Ayyub dari bala` yang di timpakan pada hari rabu. Sungguh tidaklah penyakit lepra dan kusta muncul kecuali pada hari rabu atau malam rabu."
📚 (HR. Ibnu Majah: 3478) - http://hadits.in/ibnumajah/3478

4. Dipaparkannya amal

حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ وَعَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلَّا عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا أَوْ ارْكُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا
"Seluruh amal manusia dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dua kali dalam sepekan. Yaitu pada hari Senin dan Kamis. Lalu Allah mengampuni dosa setiap hamba-Nya yang mukmin, kecuali orang yang bermusuhan. Maka dikatakan kepada mereka: tinggalkanlah dahulu kedua orang ini, sampai mereka berdamai."
📚(HR. Muslim: 4654) - http://hadits.in/muslim/4654

Kamis, 22 November 2018

JANGAN RAGU UNTUK MEMBLOKIR

*JANGAN RAGU UNTUK MEMBLOKIR…*
🖋(Fatwa Syaikh Sa’ad Al-Khotslaan hafizohulloh, anggota kibaarul Ulama)

*Syaikh Sa'ad Al-Khotslan memberi nasehat ;*

((Sesungguhnya kaidah syari’at menunjukkan bahwa barang siapa yang menyebabkan orang lain mendapatkan hidayah maka ia juga mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya.

Dan barang siapa yang menyebabkan orang lain tersesat maka ia juga mendapatkan dosa orang-orang yang mengikutinya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

من دعا إلى هدى كان له من الأجره مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا، ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الوزر مثل أوزار من تبعه لا ينقص ذلك من أوزارهم شيئاً

*“Barang siapa yang menyeru kepada petunjuk* maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya dan tidak mengurangi pahala mereka sama sekali.
*Barang siapa yang menyeru kepada kesesatan* maka atasnya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya dengan tidak mengurangi dosa mereka sama sekali”

Atas dasar ini maka barang siapa yang menyebabkan orang lain terjatuh dalam celaan dan makian serta tuduhan (yang tidak benar), sama saja apakah pada sarana-sarana komunikasi sosial seperti twitter, facebook…, demikian juga grup-grup yang dibuat di whatsapp, maka admin grup-grup tersebut memikul tanggung jawab (akan hal ini).

Jika admin mendapati ada yang mencela, memaki, atau meletakkan (mengupload) klip-klip (suara, foto, dan video-pen) maka *wajib bagi admin* untuk memberi nasehat kepadanya.

Jika terulang lagi darinya maka hendaknya admin memberi peringatan, dan *jika ia tetap ngeyel maka hendaknya admin menghapusnya.* Kalau tidak maka admin bertanggung jawab atas apa yang terjadi di grup-grup tersebut.

Demikian juga semua yang menyebabkan timbulnya kemaksiatan maka *ia akan mendapatkan dosa* orang-orang yang mengikuti kemaksiatan tersebut. Karenanya hendaknya perlu diperhatikan hal ini, terutama pada sarana-sarana tekhnologi yang modern, barang siapa yang hendak membuat grup dan yang lainnya dari sarana modern maka hendaknya ia memperhatikan hal ini, dan *hendaknya ia selalu mengingat* bahwasanya seluruh maksiat yang timbul karenanya maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang-orang yang mengikutinya”

Silahkan dengar fatwa beliau di bawah ini

{youtube}70tgWyBZSDw{/youtube}

*Karenanya bagi para pengguna Facebook atau whatsApp hendaknya jangan ragu untuk meremove atau memblokir anggota groupnya atau temannya atau followernya yang ternyata menyebabkan kegaduhan dan menimbulkan kemaksiatan dalam akunnya.*

Dan ia tidak perlu malu atau sungkan kepada orang yang akan diblokirnya tersebut, demi kemaslahatan anggota-anggota group yang lainnya.

Terlebih lagi banyak akun-akun yang tidak dikenal dan menggunakan nama samaran atau kunyah yang tidak jelas. Sehingga tatkala seseorang tidak dikenal (majhul) maka akan hilang rasa malunya, dan ia bebas menyampaikan apa yang ada di kepalanya tanpa pernah menimbang apapun, karena ia tahu dirinya tidak dikenal dan tidak bakalan ketahuan.

Bisa jadi seseorang melayani seorang pemilik akun yang tidak jelas dalam perdebatan, ternyata akun tersebut milik orang kafir, atau milik pelaku maksiat, atau pelaku dosa besar, atau seorang wanita yang mengaku sebagai lelaki atau sebaliknya, atau ternyata seorang anak kecil…maka akhirnya iapun menurunkan martabatnya dengan melayani akun-akun yang tidak jelas tersebut. Yang seandainya pemilik akun tersebut diketahui jati dirinya dan bertemu langsung maka ia akan ketakutan dan lari dari perdebatan…

Wallahu A’lam bis-showaab

🌏https://firanda.com/1044-jangan-ragu-untuk-memblokir-fatwa-syaikh-sa-ad-al-khotslaan-hafizohulloh-anggota-kibaarul-ulama.html

*Masuk Surga Bersama Keluarga* (bag-04)

*Masuk Surga Bersama Keluarga* (bag-04)

📄Lanjutan faedah kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA.
🏨Hotel Merdeka, Madiun, 06 Muharram 1440 H.

Setelah mengetahui bahwa semua perkara yang menghantarkan suami istri agar bisa menundukkan pandangan  bisa berbuah pahala. Dan mengetahui bahwa semua perkara yang menghantarkan suami istri agar terjalin cinta kasih sayang diantara keduanya juga berpahala.

   *Maka yang terakhir... tujuan ke-3 dari pernikahan* adalah memiliki anak / keturunan dan menjadikannya anak² yang sholih sholehah, agar bisa MASUK SURGA BERSAMA KELUARGA.

- ini perkara yang sangat penting dan memerlukan kerjasama yang luar biasa antara suami istri, untuk mewujudkan tujuan pernikahan yang ketiga ini.

- Perlu kesabaran yang luar biasa, perlu pengorbanan yang besar pengorbanan fisik, harta, waktu untuk mendidik mereka menjadi anak² yang sholeh.

*Kenapa ?*
Karena anak sholeh adalah aset paling berharga yang kita miliki.

- kalau kita punya anak sholeh di dunia kita bahagia luar biasa. melihat anak² membaca Al Quran, melihat anak² pergi ke masjid, melihat anak² di suruh ortunya tidak membantah nurut, itu kebahagiaan yang luar biasa, itu seakan-akan SURGA YANG DISEGERAKAN oleh Allah _subhanahu wata'ala_.

- kalau kita punya anak bandel, disuruh sholat tidak mau sholat, mencuri duwit orang tuanya, main game saja melulu, suruh murojaah tidak mau, bohong... itu NERAKA YANG DISEGERAKAN, menderita luar biasa punya anak seperti itu. _wal 'iyadzubillah_ (kita berlindung kepada Allah).

- Anak sholeh adalah aset berharga, *dan lebih berharga lagi tatkala di akherat*, anak² yang sholeh mereka bisa mengangkat derajat orang tuanya ke surga yang lebih tinggi. Bukankan dalam hadits Rasulullah _shalallahu 'alaihi wasalam_ bersabda:

ٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ فَيَقُولُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
*Artinya :*
Dari Abu Hurairah _radhiallahu 'anhu_ dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah 'azza wajalla akan *mengangkat derajat seorang hamba yang shalih* di surga,
hamba itu kemudian berkata; 'Wahai Rabb, dari mana hamba mendapatkan semua ini? '~maka Allah berfirman; *karena istighfar anakmu.'*
📚(HR. Ahmad)

- Yang sebenarnya orang tua tidak bisa mendapatkan surga yang lebih tinggi, karena amalnya tidak sebanyak itu tapi karena seringnya anak mendoakannya, senantiasa memintakan ampun untuk orang tuanya, maka orang tuanya mendapatkan manfaat dari doa anaknya.

- Percuma memiliki anak berhasil di dunia kaya raya pejabat, dokter, punya duit banyak tapi tidak sholat, dia tidak mendoakan orang tua setelah wafatnya, jangankan mendoakan orang tuanya, mendoakan dirinya sendiri saja tidak pernah. bagaimana mungkin mendoakan orang tuanya ?

Nabi bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara;
❶ sedekah jariyah,
❷ ilmu yang bermanfa'at baginya dan
❸ *anak shalih yang selalu mendoakannya."*
📚(HR. Muslim)

*JANGAN LUPA pesan kepada anak kita :*
```(( Nak kalau abi/bapak meninggal, jangan lupa doakan abi / bapak ! ))```

*Coba renungkan siapa yang paling khusyu' dan paling tulus mendoakan kita setelah kita mati ?*

```-orang yang paling khusyu'dan yang paking tulus mendoakan kita ada 3 orang :```
1. orang tua
2. istri/suami
3. anak sholeh

- saudara kita mendoakan kita ? jarang... coba tanyakan kakak adek kita pernahkah mereka mendoakan kita ? jarang,

*-Siapa orang yang paling sering kita doakan ?*
1. orang tua kita
2. istri/suami kita
3. anak² kita.

- Namun kenyataannya *Orang tua kita* walaupun tulus dan khusyu' mendoakan kita, biasanya mereka akan lebih dulu meninggal sehingga doa mereka terputus.

Sehingga tinggal 2 golongan orang yang mendoakan kita
1. istri/suami kita
2. anak² kita.

- kalau kita meninggal istri/suami kita akan mendoakan kita, tapi _wallahu a'lam_ jika dia menikah lagi, masih mendoakan kita atau tidak ? terlebih jika suami / istrinya lebih sholeh dari kita. dan tidak lama kemudian diapun akan mati juga seperti kita.

- Dan yang terakhir orang yang paling tulus mendoakan kita adalah ANAK kita. coba bayangkan jika kita punya 2 anak saja yang tulus mendoakan kita setiap hari ! betapa nikmatnya, kita di dalam kubur di alam barzah sudah tidak bisa makan minum, yang kita butuhkan hanyalah doa anak cucu kita. maka *ANAK ADALAH ASET PALING PENTING di dunia dan akherat.*

- Adapun di akherat Allah berfirman dalam Al Quran :

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

*Artinya :*
Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan *anak cucu mereka* (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.
📖(Surat Ath-Thur, Ayat 21)

- ini adalah ayat yang paling luar biasa bagi orang² yang beriman. Sungguh menakjubkan peraturan Allah di akherat, perhatikan kalimat  أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُم dalam tafsir disebutkan :
anak cucu mereka itu akan diikutkan kepada mereka dalam kedudukan yang sama, sekalipun anak cucu mereka masih belum mencapai tingkatan amal mereka.

Demikian itu agar hati dan pandangan para ayah merasa sejuk dengan berkumpulnya mereka bersama anak-anak mereka, sehingga mereka dapat bergabung bersama-sama dalam keadaan yang sebaik-baiknya dari segala segi.
Yaitu Allah telah melenyapkan kekurangan dari amal dan menggantinya dengan amal yang sempurna, tanpa mengurangi amal dan kedudukan yang sempurna, mengingat adanya kesamaan di antara mereka.
sebagaimana firmannya وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ _Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka._

- Adapun masalah maksiat anaknya, Allah berfirman :

كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
_Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya._

-Maksudnya masalah kemaksiatan dan dosa masing² menanggung, orang tua tidak menanggung maksiat dosa anaknya. _(tentu ini *setelah* orang tua berusaha sekuat tenaga mendidik dan memerintahkan mereka kepada ketaatan kepada Allah dan RasulNYA)_

- Ayat ini tentang kesholehan orang tua yang bermanfaat bagi anak²nya, tetapi ayat ini juga mencakup sebaliknya yaitu kesholehan anak bisa bermanfaat untuk orang tuanya.

hal ini karena kata ذُرِّيَّتَهُمْ dalam bahasa arab terkadang bisa berarti *keturunan* sebagaimana dalam firman Allah

وَآيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ
*Artinya :*
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut *keturunan* mereka dalam kapal yang penuh muatan,
📖(Surat Ya-Sin, Ayat 41)

- Sehingga kesolehan keturunan (anak) dan tingginya derajat anak akan bisa mengangkat derajat bapaknya kelak di surga, Allah akan mengumpulkan orang tua bersama anaknya yang jauh lebih tinggi derajat surganya, tanpa mengurangi amalan anaknya tersebut.

- Dan Masalahnya sekarang banyak orang tua yang tidak sholeh karena sudah kadung tuek. makanya harus mengusahakan anak² menjadi sholeh, memerintahkannya rajin sholat berjamaah, hafal Al Quran, murojaah, belajar agama, hadir kajian, menutup aurat dll... *AGAR derajat mereka tinggi di surga* dan bermanfaat bagi kita, sehingga kita ikut serta mengangkat derajat kita.

```MAKA ASET APA YANG LEBIH BERHARGA DARI ANAK SHOLEH``` ???

*percuma kita memiliki anak berhasil kaya raya tapi tidak mendoakan kita, percuma..*

- tapi kalau kita punya anak walaupun miskin tapi dia rajin shalat 5 waktu sehabis shalat dia berdoa :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
_“Wahai, Rabb-ku,  Ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”

itulah yang kita cari setelah meninggal dunia, walaupun mereka tidak bisa memberikan dunia sama sekali, akan tetapi mereka memberikan kita akherat.

- jika kita sudah mengetahui anak adalah aset berharga dan penting di dunia dan akherat maka perjuangan untuk menjadikan mereka anak sholeh membutuhkan perjuangan pengorbanan yang besar, butuh tenaga, butuh biaya, butuh waktu, butuh fisik. SABAR mendidik anak² ini butuh kerjasama suami istri.

- Apalagi sebagian Ulama' berpendapat *"apabila seorang anak sholeh berkat didikan orang tuanya, maka semua amal sholeh yang dilakukan anaknya, orang tuanya akan mendapatkan bagian pahalanya"*
karena Nabi bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
*Artinya :*
Rasulullah _shalallahu 'alaihi wasalam_ bersabda: "Barangsiapa dapat menunjukkan suatu kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya."
📚(HR. Muslim)

- Maka orang tua yang memondokkan anaknya, memanggil guru privat mengajari anaknya, agar rajin ngaji, maka orang tuanya juga akan mendapatkan pahala amal sholeh yang dilakukan anaknya tanpa mengurangi pahala anaknya.

- Bayangkan jika kita punya anak 5... *anak itu ibarat umur kedua bagi kita...* punya anak 5 kita didik semua menjadi sholeh... kita meninggal anak pertama masih hidup 50 tahun lagi... anak ke-2, 3, 4, dan 5...

- Anggap anak kita setelah meninggal masih hidup selama 50 tahun, maka seakan kita punya tambahan umur 250 tahun penuh dengan amal sholeh...

- Bayangkan jika kita telah meninggal yang mendoakan banyak, mungkin ada yang menghajikan kita, ada yang mengumrahkan kita, ada yang bersedah atas nama kita, LUAR BIASA... maka jangan mudah marah² emosi kepada anak, karena anak adalah aset berharga, sabar.

- Maka perlu kerjasama suami-istri, ayah dan ibu agar bisa masuk surga bersama-sama suami istri dan juga anak².
-----------
ini yang bisa kami tuliskan faedah berharga dari kajian beliau ustadz Dr. Firanda Andirja, MA. semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan, semoga Allah mengampuni.

   Semoga Allah _subhanahu wata'ala_ memasukkan kita kesurgaNYA bersama keluarga kita tercinta, bersama karib kerabat, orang tercinta, tetangga, sahabat, guru² kita, murid² kita dan orang² yang beriman semuanya. dan terkhusus semoga Allah juga mengumpulkan kita bersama ustadz Dr. Firanda Andirja, MA di surgaNYA sebagaimana kita telah di kumpulkan bersama beliau di majelis ilmu dan juga bersama semua pembaca tulisan ini... Allahu amiin...

_selesai,_  ```wallahu ta'ala a'lam```

الحمد لله بنعمته تتم الصالحات، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين، والحمد لله رب العالمين

☕Akhukum fillah, al faqiir ilallah
🖋mha_el kanzu
📑diselesaikan 07 Muharam 1440 H, AE-LN.

Recent Post