Ngaji, 7 hari, peringatan hari ke-40, 100, 1000
Sebuah Keluarga, empat anak, dua telah berkeluarga dengan hidup sederhana, dua lainnya mengalami gangguan jiwa dan tinggal serumah bersama orang tuanya. Untuk kebutuhan sehari² serba kekurangan.
Dulu ketika sang bapak wafat, para pentakziyah datang membawa bantuan dan uang. Namun bantuan itu tidak benar-benar menjadi penopang hidup ibu dan dua anaknya yang sakit jiwa. Bantuan tersebut habis untuk menjamu ngaji tujuh hari dan selamatan, makanan disajikan atau mungkin bingkisan dibawa pulang tamu, sementara keluarga yang ditinggalkan tetap hidup dalam kekurangan.
Baru-baru ini, salah satu anak dari keluarga tersebut wafat.
Peristiwa yang sama pun kembali terulang.
Setelah acara selesai, tak banyak yang bertanya: bagaimana nasib ibu dan anak yang masih hidup?
Apa yang mereka makan esok hari?
Tradisi dijaga, tapi penderitaan orang hidup diabaikan. Fakta di depan mata.
Ampuni kami ya Allah, berilah kecukupan untuk hamba²Mu
Februari 2026






0 komentar:
Posting Komentar