ISLAM itu indah-----ISLAM itu sempurna dan ISLAM itu rahmatan lil 'alamin-----JANGAN Hanya menilai ISLAM dari pengikut / umatnya...!-----tapi Nilai lah ISLAM dari ajarannya...!-----Pelajarilah...!-----Jika Tidak Tahu Bertanyalah Pada Ahlinya-----maka anda akan mengetahui betapa menakjubkanya Islam bagi kehidupan manusia

Minggu, 06 Desember 2015

Berusaha Menghindari Ngrasani

Ghibah, Menggunjing, ngrasani atau Membicarakan aib / kekurangan / kejelekan orang lain... merupakan sebuah dosa yg terkadang teramat sulit untuk dihindari, mari kita belajar bagaimana kiat-kiat menjauhi dosa yg satu ini... selamat membaca... semoga menjadi ilmubyg bermanfaat...

KIAT BERHENTI DARI GHIBAH

Abdullah bin Wahb -rahimahullah- berkata:

جعلت على أن أصوم يوما إن اغتبت أحدا فهان علي الصوم فجعلت على نفسي درهم صدقة فأمسكت .

Aku pernah mengharuskan puasa sehari pada diriku bila aku menggunjing orang lain. Hanya saja puasa menjadi sesuatu yang mudah bagiku.

Lalu akupun mensyaratkan pada diriku agar bersedekah dengan sekeping dirham (setiap kali menggunjing orang lain). Akhirnya akupun benar-benar berhenti (dari ghibah).

(Siyarus Salaf: 1134)

Imam Bukhori pernah mengatakan,

قال البخاري: ما اغتبت أحدا قط منذ علمت أن الغيبة حرام، إني لأرجو أن ألقى الله ولا يحاسبني أني اغتبت أحدا.

"Aku tak pernah menggibahi seorangpun sejak aku tahu bahwa ghibah itu haram. Sungguh aku berharap agar saat bertemu Allah nanti Dia tidak menghisabku karena aku pernah mengghibahi orang lain"

(Thabaqaat As Subki: 9/20)

Catatan:

Kedua atsar di atas patut dijadikan bahan renungan, terutama dizaman ini, dimana ghibah telah berubah menjadi bumbu wajib dalam majelis. Bahkan sebagian orang menjadikannya sebagai profesi dan tontonan yang mengasikkan.

Ingat..!
Pelaku ghibah dan orang yang ikut duduk di majelis ghibah, atau menyaksikan tayangan ghibah melalui media televisi sama dalam pandangan syariat, kecuali bila dia mengingkarinya.

Terkadang dalam satu majelis sebagian orang tidak ikut menggibahi orang lain, namun dia ikut tertawa, tersenyum dan sikap lainnya yang memperlihatkan sikap ridha terhadap perbuatan tersebut, maka diapun mendapat hukuman yang sama.

Bila suasana majelis anda telah berubah menjadi majelis ghibah, maka rubalah dengan lisan, bila tidak maka berdirilah dan tinggalkan majelis tersebut, karena yang turut hadir dalam majelis anda saat itu bukan hanya manusia saja.

Az-Zuhri mengatakan,

إذا طال المجلس كان للشيطان فيه نصيب

“Bila waktu bermajelis mulai panjang, maka syaithan punya bagian dalam majelis tersebut” (Al-Hilyah)

Sekian.

Wallahu a'lam

____________________

Ust. Aan Chandra Thalib Lc
------------------------------
📲 Dapatkan broadcast Celoteh Muslim:

Twitter: @celotehmuslim

Follow IG: @celotehmuslim

Offc. Line: @celotehmuslim

Fan Page : https://www.facebook.com/celotehmuslim/

Join Telegram: @celotehmuslim
-----------------------------
Mari bantu syiarkan

Disalin Dari :
Wa akhy abu dzaky aza

Madiun, Ahad 25 Shafar 1437 H,  16:32 WIB

el kanzu

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Post