ISLAM itu indah-----ISLAM itu sempurna dan ISLAM itu rahmatan lil 'alamin-----JANGAN Hanya menilai ISLAM dari pengikut / umatnya...!-----tapi Nilai lah ISLAM dari ajarannya...!-----Pelajarilah...!-----Jika Tidak Tahu Bertanyalah Pada Ahlinya-----maka anda akan mengetahui betapa menakjubkanya Islam bagi kehidupan manusia

Kamis, 19 Februari 2015

KISAH NYATA ORANG SOK TAHU

Bila melihat realita zaman sekarang, banyak sekali kita dapati orang-orang yang sok pintar dan sok tahu. Sekiranya kita berusaha mengumpulkannya, maka akan dapat tersusun dalam beberapa jilid kitab tebal. Sekiranya fenomena sok tahu tersebut dalam urusan dunia, maka masih ringan. Namun, yang sangat disayangkan dan begitu menyedihkan, ternyata fenomena nyata tersebut banyak terjadi dalam urusan agama. Hanya kepada Allah kita banyak-banyak beristighfar. 

Yang akan diketengahkan di sini adalah beberapa kisah sok tahu dari orang-orang terdahulu –lalu bagaimana di zaman sekarang?!!- yang tercatat di dalam kitab-kitab para ulama. Semoga kita dimudahkan untuk mengambil pelajaran darinya. 

★ Kisah Pertama: Mufti Khunfusyar

Dahulu ada seorang mufti yang memberi fatwa kepada setiap orang yang bertanya kepadanya. Orang-orang yang sezaman dengannya memperhatikan fenomena itu, hingga akhirnya mereka sepakat untuk mengujinya dengan membuat kata baru yang tidak ada asal-usulnya, yakni “KHUNFUSYAR” lalu mereka bertanya kepada fulan ini tentang maknanya. Ternyata, ia langsung menjawabnya: "(Khunfusyar) adalah tumbuhan berbau harum yang tumbuh di tepi-tepi kota Yaman, bila unta memakannya niscaya air susunya menjadi lebih kental. Seorang pujangga dari Yaman berkata: 

~ Sungguh, kecintaan mereka telah mengikat hatiku
~ Sebagaimana khunfusyar yang mengentalkan air susu

Dawud al-Anthoki berkata di dalam kitab at-Tadzkiroh demikian dan demikian, fulan ini dan fulan itu berkata demikian, dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda ....  ."

Sampai di sini (sebelum membuat hadis Nabi) orang-orang yang bertanya itu menyuruh Mufti Khunfusyar ini berhenti. Mereka berkata: “Engkau telah berdusta atas nama fulan ini dan itu! Jangan sampai engkau berdusta atas nabi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam!”

★ Kisah kedua: Salat Maghrib bisa Diqoshor?

Adalah Syams bin ‘Atho’ ar-Razi, salah seorang yang dekat dengan Timur Lang, mengaku banyak memiliki hafalan, sehingga orang-orang merasa takjub dengannya. Singkat cerita disepakatilah sebuah majelis untuk mengujinya. Di antara pertanyaan yang disampaikan ialah, “Apakah ada nash (dalil) yang menunjukkan bahwa salat maghrib bisa diqoshor? Ternyata ia menjawab: “Iya, ada keterangan tentang itu pada hadis Jabir di kitab al-Firdaus karya Abu al-Laits as-Samarqandi.”

Orang-orang pun merujuk ke kitab tersebut namun tidak ditemukan keterangan tentang itu, lalu disampaikan hasil pemeriksaan itu kepadanya. Ternyata ia mengatakan: “Kitab karya as-Samarqandi tersebut terdiri dari tiga naskah: Kubro (Besar), Wusto (Sedang), dan Sughro (Kecil), sementara hadis tersebut ada di naskah Kubro, dan yang itu belum ada di negeri kita ini....”

Sejak mendengar jawabannya jawaban aneh itu, orang-orang tahu dan merasa bahwa ia telah berdusta dengan jawabannya.

★ Kisah Ketiga: Apakah Ada Keraguan terhadap Keberadaan Allah?

Dahulu ada seorang pemuda penuntut ilmu bermazhab Syafi’i yang belum matang keilmuannya, sementara penduduk negerinya membutuhkan seorang Mufti, mereka tidak mendapatkan seorang pun yang layak kecuali dirinya. Karena ragu menerima pemintaan mereka, ia menemui dan berkonsultasi dengan Syaikh-nya. Sang guru memberi solusi untuk menjawab setiap pertanyaan dengan menyebutkan “di mazhab Syafi’i dalam masalah ini ada dua pendapat,” untuk selanjutnya ia dapat memeriksanya di kitab-kitab ulama. Dan .... ternyata dia benar-benar melakukannya. 

Lama-kelamaan penduduk negeri mengamatinya banyak menjawab dengan jawaban yang sama. Hingga akhirnya ada seorang dari mereka yang bertanya: “Apakah ada keraguan terhadap keberadaan Allah?” Mufti muda itu istiqomah, ia menjawab dengan jawaban yang sama, “Dalam hal ini ada dua pendapat !!!” Sejak saat itu terkuaklah kedok mufti muda itu."

Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zayd rahimahullah memiliki komentar tersendiri tentang kisah di atas, beliau mengatakan: “Kisah ini tidak ditemukan di sumber yang dapat dipercaya. Yang tampak bagiku, wallahu a’lam, kisah ini termasuk rencana orang-orang yang bermazhab Hanafi untuk menghancurkan mazhab Syafi’i, sebab di antara mereka terjadi permusuhan mazhab yang sangat jelas.”

Fenomena fanatisme mazhab dapat kita temukan di beberapa kitab ulama. Berikut contohnya:

Makmun bin Ahmad al-Harowi salah satu perawi hadis yang banyak membuat-buat hadis palsu lengkap dengan sanad palsunya sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Di antara hadis yang ia buat berbunyi (dan dia menyandarkannya kepada Nabi): 

يَكُوْنُ فِي أُمَّتِيْ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ مُحَمَّّدُ بْنُ إِدْرِيْسَ أَضَرُّ عَلَى أَمَّتِيْ مِنْ إِبْلِيْسَ، وَيَكُوْنُ فِي أُمَّتِيْ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أَبُوْ حَنِيْفَةَ هُوَ سِرَاجُ أُمَّتِيْ
Akan ada di umatku seseorang yang bernama Muhammad bin Idris (yakni asy-Syafi'i), ia lebih berbahaya dari pada Iblis. Dan akan muncul di tengah umatku seseorang yang dikenal dengan Abu Hanifah, dia adalah lentera bagi umatku.”

Silakan baca keterangan Syaikh al-Albani seputar al-Harowi dan hadis palsunya tersebut di kitab Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha’iifah wa al Maudhuu’ah, no hadis 570.

★ Kisah Keempat: Di Manakah Ususnya Semut?

Adalah Muqatil bin Sulaiman salah seorang perawi hadis. Meskipun berilmu, namun ia mendapat ujian dengan sikap “sok tahu.” Di antara riwayat yang ada, dia pernah berkata: “Silakan bertanya kepadaku segala sesuatu yang ada di bawah ‘Asry Allah?”

Mendengar itu orang-orang bertanya: “Dimanakah letaknya usus semut?” ternyata ia diam. Mereka juga bertanya kepadanya: “Ketika Nabi Adam pergi haji, siapakah yang mencukur rambutnya?” Ia menjawab: “Saya tidak tahu.” 

Oleh karena itu Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkomentar tentangnya: “Ulama bersepakat untuk meninggalkannya (tidak mengambil riwayat darinya).”

Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kita dan semoga kita dimudahkan untuk menjauhi berkata dalam agama tanpa ilmu. Aamiin.

[at-Taa'lum Bakr Abu Zaid, adh-Dha’iifah al-Albani]

✅ Bagian Indonesia
🏠 ICC DAMMAM KSA
📱 +966556288679
===================
📅 [ 30/04/1436 H ]

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Post